RI News Portal. Manado, 30 Januari 2026 – Di tengah upaya nasional memperkuat ketahanan pangan dan mempercepat hilirisasi komoditas perkebunan, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Jacob Hendrik Pattipeilohy, SH, MH, secara simbolis menanam pohon kelapa perdana dalam Program Pengembangan Komoditas Kelapa di Desa Marinsow, Kabupaten Minahasa Utara, pada 29 Januari lalu.
Kegiatan seremonial ini menjadi wujud dukungan konkret dari institusi penegak hukum terhadap agenda strategis pemerintah pusat. Melalui kolaborasi erat dengan PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 8, program ini bertujuan mengoptimalkan potensi kelapa sebagai salah satu komoditas unggulan Sulawesi Utara, yang selama ini dikenal sebagai penghasil utama di tingkat nasional.
Dalam sambutannya, Jacob Hendrik Pattipeilohy menegaskan peran Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara sebagai garda terdepan dalam memastikan kelancaran program ini dari sisi kepatuhan hukum dan pengamanan aset negara. “Penegakan hukum bukan hanya soal penindakan, melainkan juga pendampingan agar program pembangunan berjalan transparan, akuntabel, dan berkelanjutan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa sinergi lintas sektor antara Kejaksaan, badan usaha milik negara, pemerintah daerah, serta kementerian terkait menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan kemandirian pangan dan penguatan industri berbasis sumber daya lokal.

Kerja sama dengan PTPN I Regional 8 diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa, tetapi juga memperkuat tata kelola yang modern dan ramah lingkungan. Langkah ini mencakup peningkatan nilai tambah melalui pengolahan hasil panen, mulai dari produk primer hingga turunan bernilai tinggi, sejalan dengan visi hilirisasi nasional yang menargetkan transformasi komoditas pertanian menjadi pilar ekonomi berkelanjutan.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman beserta jajaran, Staf Khusus Menteri sekaligus Ketua Tim Pelaksana Perencanaan dan Percepatan Program Hilirisasi Kelapa Kementerian PPN/Bappenas Sukmo Harsono, Staf Khusus Menteri Bappenas Rama Notowidigdo, Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Utara Ir. Novly Wowiling, M.Si. yang mewakili Bupati, serta Region Head PTPN I Regional 8 Misran beserta jajaran. Turut hadir pula perwakilan dari Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara dan Kejaksaan Negeri Minahasa Utara.
Penanaman pohon kelapa simbolis ini bukan sekadar ritual, melainkan penanda komitmen bersama untuk membangkitkan kejayaan sektor kelapa di Sulawesi Utara. Dengan luas lahan potensial yang masih besar dan dukungan kebijakan nasional, program ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat posisi Indonesia di pasar global produk turunan kelapa.
Langkah ini sejalan dengan tren nasional di mana hilirisasi kelapa diproyeksikan mampu menggandakan nilai ekonomi komoditas tersebut, sekaligus mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah. Di Sulawesi Utara, inisiatif serupa diharapkan menjadi model kolaborasi yang dapat direplikasi di daerah lain, menggabungkan peran penegakan hukum dengan pembangunan ekonomi hijau yang inklusif.
Pewarta: Marco Kawulusan

