RI News Portal. Subulussalam, 20 Desember 2025 – Dalam sebuah upacara yang khidmat dan penuh makna, Kejaksaan Negeri Kota Subulussalam memperingati Hari Bela Negara ke-77 pada Jumat pagi di halaman kantor setempat. Acara ini menjadi manifestasi nyata komitmen institusi penegak hukum dalam memperkuat kesadaran nasionalisme, terutama di wilayah perbatasan yang strategis seperti Aceh bagian barat daya.
Upacara dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Intelijen, Delfiandi, S.H., M.H., yang bertindak sebagai inspektur upacara. Kehadiran lengkap seluruh kepala seksi, pegawai tetap, serta tenaga honorer mencerminkan solidaritas internal yang kuat dalam menghadapi dinamika zaman. Rangkaian acara berlangsung tertib, diakhiri dengan nyanyian Mars Korps Adhyaksa dan pembacaan doa, sebagai simbol pengabdian kepada negara.
Dalam amanat yang dibacakan, Delfiandi menyampaikan pesan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan urgensi semangat bela negara sebagai respons terhadap berbagai ancaman modern. Tema peringatan tahun ini, “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju”, mengajak seluruh elemen bangsa untuk mentransformasikan nilai historis menjadi tindakan konkret. Presiden menyoroti bahwa bela negara bukan lagi sekadar perjuangan fisik, melainkan kesiapsiagaan kolektif menghadapi tantangan seperti disrupsi teknologi, krisis geopolitik, dan isu keamanan siber.

Pesan presiden juga secara khusus mengenang kontribusi historis wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam mempertahankan kedaulatan republik pada masa awal kemerdekaan. “Kontribusi mereka bukan hanya warisan masa lalu, melainkan pondasi yang mengukuhkan bahwa persatuan merupakan kekuatan utama bangsa ini,” demikian kutipan yang dibacakan, yang relevan mengingat posisi geografis Subulussalam di kawasan Sumatera yang pernah menjadi benteng perlawanan.
Dari perspektif akademis, peringatan ini dapat dipandang sebagai upaya institusional untuk menginternalisasi konsep bela negara sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan regulasi terkait pembinaan kesadaran bela negara. Di era globalisasi, di mana ancaman bersifat hibrida—mencakup aspek hukum, ekonomi, dan informasi—peran lembaga seperti kejaksaan menjadi semakin pivotal. Melalui penegakan hukum yang adil dan profesional, insan Adhyaksa turut membangun ketahanan nasional dari dalam.
Baca juga : Dukungan Strategis Polda Jateng bagi Jurnalis dalam Pengawasan Arus Lalu Lintas Nataru 2025-2026
Peringatan Hari Bela Negara ke-77 di Kejaksaan Negeri Subulussalam diharapkan menjadi katalisator transisi: dari ritual tahunan menjadi aksi berkelanjutan yang relevan dengan realitas kontemporer. Hal ini tidak hanya memperkuat integritas internal, tetapi juga meningkatkan kesadaran kolektif bahwa pembangunan bangsa memerlukan kontribusi aktif dari setiap profesi, termasuk dalam ranah penegakan hukum.
Pewarta: Jaulim Saran

