RI News. Wonogiri – Kaum perantau asal Wonogiri mulai kembali ke tempat perantauan setelah merayakan Lebaran di kampung halaman. Pergerakan ini terlihat dari lonjakan penumpang keberangkatan di berbagai agen penjual tiket sejak H+2 Idulfitri.
Berdasarkan pantauan RI NEWS, peningkatan jumlah penumpang di beberapa agen tiket dan terminal di Kabupaten Wonogiri mulai terlihat pada Senin (23/3/2026). Penumpang bus antarkota antarprovinsi (AKAP) sebagian besar telah menggunakan tiket balik yang dipesan beberapa hari sebelumnya.
Salah satu agen penjual tiket bus AKAP, Budi Setiyana, mengatakan tiket sudah banyak dipesan sejak beberapa hari lalu, bahkan ada yang memesan sejak pekan sebelumnya. “Biasanya penumpang yang kembali pada H+1 dan H+2 adalah karyawan pabrik. Namun, untuk pekerja lainnya bervariasi. Ada yang belum balik karena masih menunggu hajatan sosial di kampung sambil mengharapkan harga tiket kembali normal seperti hari biasa,” ujarnya.

Menurut Budi, jumlah arus balik meningkat dua hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa. Bahkan, angka ini lebih tinggi dibandingkan saat arus mudik karena bertambahnya calon penumpang dari kalangan lulusan sekolah yang ingin mencari kerja di perantauan. “Hal ini menjadi indikator awal dimulainya arus balik Lebaran di wilayah Wonogiri,” katanya.
Selain menggunakan bus, di ruas jalan Wonogiri–Purwantoro terlihat arus lalu lintas mobil pribadi yang padat merayap. Banyak warga juga melakukan transit di salah satu terminal non-bus di Kecamatan Jatisrono.
Herwanto, warga Purwantoro yang hendak menuju Bogor menggunakan mobil pribadi bersama empat penumpang, memilih transit terlebih dahulu di terminal non-bus Jatisrono agar menghindari kepadatan lalu lintas. “Kami menunggu dulu sampai arus agak lengang,” ucap Herwanto kepada RI NEWS, Selasa (24/3/2026).
Ia memperkirakan lonjakan penumpang keberangkatan masih akan berlangsung setidaknya hingga H+6 atau H+7 Lebaran. Namun, puncak arus balik belum dapat dipastikan karena masih adanya program arus balik gratis dari berbagai instansi.
“Dalam beberapa hari ke depan masih ada pemberangkatan rombongan program arus balik ke Jabodetabek,” tambahnya.
Budi Setiyana menambahkan, selama periode arus mudik pada 13–21 Maret 2026, jumlah penumpang yang tiba di Wonogiri melalui bus AKAP cukup besar. Dengan demikian, arus balik diprediksi masih akan berlangsung beberapa hari mendatang.
Menurut dia, karakteristik perantau asal Wonogiri yang banyak bekerja di sektor informal turut memengaruhi pola arus balik. Mereka cenderung memiliki fleksibilitas waktu sehingga tidak kembali secara bersamaan.
Selain itu, tradisi hajatan pasca-Lebaran juga menjadi faktor yang membuat sebagian perantau menunda kepulangan ke kota perantauan.
“Jadi arus balik tidak serentak. Ada yang berangkat lebih awal, ada pula yang menunggu setelah acara keluarga selesai,” jelas Budi.
Pewarta: Nandar Suyadi

