RI News. Solo – Mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali menepis spekulasi yang menyatakan dirinya berambisi mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ia menegaskan bahwa segala hal yang terjadi di dalam partai berlambang kepala banteng moncong putih tersebut merupakan urusan internal yang tidak melibatkan dirinya.
“Urusan di PDIP adalah urusan internal di sana, tidak ada urusan dengan saya,” ujar Jokowi saat ditemui wartawan di kediamannya, Jalan Kutai Utara Nomor 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jumat (3/4/2026).
Pernyataan itu disampaikan Jokowi untuk merespons pertanyaan seputar kabar lama yang kembali muncul, yaitu dugaan bahwa ia akan memanfaatkan kongres partai untuk menggeser kepemimpinan PDIP. Mantan Wali Kota Solo ini tampak tenang dan tegas dalam menjawab, menunjukkan sikap yang konsisten sejak ia masih menjabat sebagai presiden.

Isu tersebut memang bukan hal baru. Spekulasi tentang ambisi Jokowi untuk mendominasi PDIP telah beredar sejak periode kedua kepresidenannya. Berbagai kalangan politik sempat membahas dinamika hubungan antara Jokowi dengan partai yang mengusungnya, termasuk adanya kekecewaan internal yang disebut-sebut muncul di kalangan kader.
Pada Oktober 2020, ahli hukum tata negara Refly Harun pernah mengungkapkan analisisnya melalui kanal YouTube pribadinya. Menurut Refly, meski PDIP mengalami kekecewaan terhadap Jokowi baik di periode pertama maupun kedua, partai tersebut sulit untuk benar-benar menjauh dari mantan presiden karena posisinya yang dianggap sebagai “telur emas” bagi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Refly memprediksi Jokowi tidak akan mampu menjadi figur nomor satu di PDIP, sekalipun ia membangun kekuatan politik selama masa jabatannya. “Kalau PDIP mau menjauh dari Presiden Jokowi dan menjadi oposisi, maka PDIP tidak mendapatkan kompensasi apa-apa,” kata Refly saat itu, seperti dikutip berbagai media.
Namun, hingga kini, Jokowi tetap konsisten membantah segala bentuk dugaan intervensi. Sikapnya yang menjaga jarak dari urusan internal partai mencerminkan pilihan untuk fokus pada kehidupan pasca-kepresidenan, termasuk aktivitas di Solo yang kerap menjadi pusat perhatian publik.
Pengamat politik menilai, pernyataan Jokowi kali ini semakin mempertegas batas antara peran lamanya sebagai presiden dengan dinamika partai politik saat ini. Di tengah transisi kekuasaan pasca-2024, isu semacam ini sering muncul sebagai bagian dari narasi politik yang belum sepenuhnya usai.
Meski demikian, Jokowi enggan memperpanjang pembicaraan. Ia lebih memilih untuk menutup pernyataannya dengan nada ringan, menandakan bahwa baginya, hal-hal yang berkaitan dengan PDIP sudah berada di luar lingkup tanggung jawab pribadinya.
Pernyataan ini diharapkan dapat meredam spekulasi yang kerap muncul menjelang berbagai agenda penting di tubuh partai, sekaligus memberikan kejelasan bahwa mantan presiden memilih untuk menjaga harmoni dengan tidak ikut campur dalam urusan internal PDIP.
Pewarta : Rendro P

