RI News Portal. Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memandang Piala Dunia 2026 bukan hanya sebagai ajang olahraga global, melainkan kesempatan emas untuk memperkuat ikatan sosial masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) setempat, provinsi ini gencar membangun koordinasi lintas sektor guna menyukseskan perhelatan empat tahunan tersebut.
Dalam sesi sosialisasi dan publikasi yang digelar di kantor Diskominfo Jatim pada Senin, 26 Januari 2026, Kepala Bidang Aplikasi Informatika Gugi Alifrianto Wicaksono menyampaikan bahwa peristiwa sepak bola terbesar di dunia itu memiliki potensi luar biasa sebagai instrumen pemersatu bangsa. “Piala Dunia bukan sekadar tayangan pertandingan, tetapi juga sarana membangun kebanggaan nasional, mempererat persatuan, serta menumbuhkan nilai sportivitas di kalangan masyarakat luas,” ujar Gugi, yang menyampaikan arahan dari Kepala Diskominfo Sherlita Ratna Dewi Agustin.
Ia menekankan pentingnya komunikasi dan sinkronisasi dini dengan TVRI sebagai pemegang hak siar resmi untuk wilayah Indonesia. Langkah ini dianggap krusial agar perencanaan program siaran, pola penayangan, serta inisiatif pendukung di tingkat daerah dapat berjalan secara terpadu dan efektif. “Perencanaan matang akan menentukan seberapa dalam pesan dan dampak kegiatan ini sampai ke kabupaten serta kota,” tambahnya.

Bertajuk “Pesta Bola Rakyat Jawa Timur: Dari Kampung ke Dunia”, agenda tersebut mengusung konsep yang menjadikan Piala Dunia sebagai perayaan bersama rakyat. Berbeda dari sekadar nonton bareng biasa, program ini melibatkan berbagai elemen masyarakat mulai dari warga kampung, kalangan kampus, komunitas lokal, hingga pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Ruang publik pun dimanfaatkan secara maksimal untuk menciptakan suasana kebersamaan yang inklusif.
Gugi menjelaskan bahwa pengalaman nonton bareng di berbagai daerah selama ini telah terbukti menjadi wadah komunikasi publik yang ampuh. Pada edisi 2026 mendatang, pendekatan akan diperluas dengan struktur lebih terorganisir, termasuk dampak sosial yang lebih nyata. “Kami ingin Piala Dunia menjadi media interaksi sosial, penguatan persatuan, sekaligus bukti kehadiran pemerintah di tengah masyarakat,” katanya.
Sinergi dengan TVRI Jawa Timur, RRI Surabaya, serta Lembaga Kantor Berita Antara wilayah Jatim menjadi pondasi utama kolaborasi ini. Pemprov Jatim menyampaikan apresiasi tinggi kepada TVRI atas peranannya sebagai lembaga penyiaran publik yang memastikan akses siaran inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya di provinsi ini.
Baca juga : Pionir Nasional: Sekolah Amil Fundraising Lazismu Jawa Tengah Lahirkan Profesional Zakat Bersertifikat BNSP
Rangkaian kegiatan dijadwalkan bergulir mulai Februari 2026 hingga periode pelaksanaan Piala Dunia di Juni-Juli 2026. Surabaya diposisikan sebagai pusat utama, didukung oleh daerah-daerah seperti Sidoarjo, Gresik, Malang, Kediri, serta kabupaten/kota lainnya. Beragam aktivitas telah disiapkan, antara lain nonton bareng massal, bazar produk UMKM, dekorasi kampung bertema sepak bola, turnamen bola kampung, aktivasi komunitas digital di kampus, hingga puncak acara Pesta Bola Jawa Timur di Surabaya.
Lebih dari itu, inisiatif ini dirancang untuk memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat. Pelibatan UMKM lokal menjadi salah satu fokus utama, sehingga Piala Dunia tidak hanya menjadi perayaan simbolis, melainkan penggerak roda ekonomi rakyat. “Kami mendorong setiap daerah menyusun agenda sesuai potensi dan karakteristik wilayah masing-masing, agar euforia ini terasa merata dari desa hingga pusat kota,” tutur Gugi.
Ia menegaskan komitmen penuh dari pemerintah kabupaten/kota untuk mendukung sosialisasi ini. Kolaborasi lintas sektor diharapkan menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai momentum bersejarah: memperkokoh persatuan bangsa, memberdayakan ekonomi lokal, serta membuka ruang ekspresi kreatif bagi masyarakat Jawa Timur.
Pewarta: Wisnu H

