RI News. Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk memperkuat identitas budaya Betawi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan kerajinan tradisional. Langkah ini diwujudkan dengan mendukung perbaikan fasilitas kawasan budaya dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan warisan lokal yang bernilai ekonomi tinggi.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan harapannya agar masyarakat terus berkreasi, terutama dalam menciptakan motif batik khas Betawi yang mampu merepresentasikan perjalanan panjang ibu kota selama lima abad. Menurutnya, budaya bukan hanya warisan masa lalu, melainkan ruh yang memberikan makna bagi setiap tahap perkembangan Jakarta sebagai kota global.
“Inisiatif seperti ini menjadi penting. Sebagai kota global, Jakarta tidak boleh melupakan akar budayanya. Justru dari kekayaan budaya itulah jati diri kota ini tumbuh dan diwariskan. Budaya bukan sekadar warisan, melainkan ruh yang memberi makna dalam setiap perkembangan Jakarta,” ujar Rano Karno dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (11/4/2026).

Rano Karno hadir langsung dalam peluncuran Batik Betawi khas Sukapura yang digelar di Kampung Budaya Betawi Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (10/4/2026). Ia menilai keberadaan kampung budaya semacam ini memegang peran strategis dalam melestarikan tradisi sekaligus menjadi ruang hidup bagi para perajin.
“Kegiatan membatik ini bisa menghidupi warga di sini. Karena itu, saya mengimbau agar semakin berkembang,” tegas Rano.
Ia mendorong agar pelatihan membatik terus diperluas, termasuk pengembangan teknik modern seperti eco print yang ramah lingkungan. Menurut Rano, pendekatan ini tidak hanya menjaga keaslian motif Betawi, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas.
Lebih lanjut, Rano berharap Batik Betawi khas Sukapura tidak berhenti hanya dikenal di tingkat lokal. Ia mendorong agar produk ini mampu menembus pasar nasional bahkan internasional. Untuk mewujudkannya, diperlukan kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, perajin batik, pelaku usaha, pegiat budaya, dan terutama generasi muda.
Baca juga : Kembalinya Manusia ke Bulan: Artemis II Tandai Era Baru Eksplorasi Luar Angkasa yang Berkelanjutan
“Kolaborasi antara pemerintah, perajin, pelaku usaha, pegiat budaya, dan generasi muda harus terus diperkuat sehingga warisan budaya tersebut semakin berkembang dan membanggakan,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Rano Karno juga mengapresiasi penampilan seni yang ditunjukkan oleh warga, termasuk anak-anak Kampung Sukapura. Ia optimistis bahwa dengan pembinaan yang berkelanjutan, para generasi muda ini kelak dapat tampil di panggung-panggung yang lebih besar dan menjadi duta budaya Betawi di berbagai kesempatan.
Komitmen Pemprov DKI Jakarta ini sejalan dengan upaya menjadikan budaya sebagai pilar pembangunan yang inklusif. Dengan menggabungkan pelestarian tradisi dan pemberdayaan ekonomi, diharapkan Kampung Budaya Betawi Sukapura tidak hanya menjadi penjaga ingatan kolektif masyarakat Jakarta, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana warisan budaya dapat menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan di tengah dinamika kehidupan perkotaan modern.
Pewarta : Yogi Hilmawan

