RI News Portal. Tegal, 26 Desember 2025 – Di tengah antusiasme menyambut pergantian tahun dari 2025 ke 2026, ribuan umat Muslim memadati Masjid Agung Kota Tegal untuk mengikuti Istighosah Kubro. Acara ini tidak hanya menjadi sarana doa bersama menyongsong tahun baru, tetapi juga puncak dari rangkaian peringatan dua abad berdirinya masjid bersejarah tersebut, yang telah menjadi ikon peradaban Islam di wilayah Pantura Jawa Tengah sejak sekitar 1825-1830.
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, hadir langsung dan menyampaikan pesan mendalam kepada jamaah. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperdalam keimanan, mempererat tali persaudaraan, serta menggelorakan semangat pengabdian. Langkah ini, menurutnya, menjadi kunci mewujudkan visi Kota Tegal sebagai kota yang religius, berakhlak mulia, dan progresif di berbagai bidang.
Didampingi Wakil Wali Kota Tazkiyyatul Muthmainnah, tokoh agama, dan pemuka masyarakat, Dedy Yon menekankan bahwa istighosah semacam ini merupakan saat krusial untuk merenungkan perjalanan spiritual. Dengan tema “Menguatkan Iman, Mengabdi untuk Umat”, acara ini mengingatkan bahwa masjid bukan sekadar tempat salat, melainkan episentrum pendidikan agama, pembinaan karakter, dan inisiatif sosial yang berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang harmonis.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat atas usia dua abad Masjid Agung, yang telah menyaksikan dinamika sejarah Kota Tegal selama 200 tahun. “Masjid ini telah menjadi lentera keimanan dan dedikasi bagi generasi umat,” ujarnya, seraya mendorong pengurus dan jamaah untuk terus memakmurkan bangunan bersejarah itu melalui kegiatan ibadah, pembelajaran, dan aksi kemanusiaan.
Rangkaian peringatan dua abad ini sendiri telah diisi dengan beragam program yang menunjukkan peran multifungsi masjid di era kontemporer. Di antaranya, pemeriksaan kesehatan gratis, pengumpulan donor darah, diskusi tentang pendidikan anak di tengah disrupsi digital, serta kompetisi adzan dan iqamah untuk siswa SMP dan SMA. Inisiatif-inisiatif tersebut tidak hanya memperkaya dimensi spiritual, tetapi juga memberikan dampak konkret bagi kesejahteraan komunitas lokal.
Sebagai wujud penghargaan, panitia menyerahkan plakat commemorative kepada Wali Kota serta pihak terkait seperti kepala puskesmas dan unit donor darah, mengakui kontribusi mereka dalam mengamplifikasi fungsi sosial masjid.
Baca juga : Olos: Inovasi Kuliner Lokal yang Menjadi Warisan Pedas Khas Tegal
Puncak emosional acara terjadi saat penggalangan dana spontan untuk korban bencana alam di Aceh, Sumatra Barat, dan Padang yang baru saja dilanda longsor serta banjir. Melalui tradisi sorban keliling, jamaah berhasil mengumpulkan donasi mencapai Rp10.568.500, mencerminkan solidaritas umat yang tangguh di tengah momen refleksi akhir tahun.
Acara seperti ini menggarisbawahi bagaimana institusi keagamaan seperti Masjid Agung Tegal terus beradaptasi, tidak hanya sebagai ruang sakral tetapi juga sebagai katalisator perubahan sosial positif, sejalan dengan harapan tahun baru yang lebih damai dan bermakna.
Pewarta : Ikhwanudin

