RI News Portal. Jakarta, 14 Januari 2026 – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi keamanan di Iran secara ketat sebelum mengambil keputusan evakuasi warga negara Indonesia (WNI). Langkah ini diambil menyusul gelombang demonstrasi besar yang melanda negara tersebut sejak akhir Desember tahun lalu.
Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa mayoritas WNI di Iran adalah pelajar yang terkonsentrasi di kota Qom dan Isfahan—dua wilayah yang hingga kini tidak menjadi pusat utama aksi protes. “Kalau dilihat dari situasinya, mereka berada di kota-kota yang bukan titik demonstrasi besar. Kami akan terus mengamati perkembangannya,” ujarnya saat menjawab pertanyaan wartawan usai menyampaikan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 di Jakarta, Rabu.
Menlu Sugiono mengakui adanya kendala komunikasi sementara dengan komunitas WNI di awal krisis, tetapi laporan terbaru dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Teheran menunjukkan bahwa dampak langsung terhadap WNI relatif minim. Ia telah menginstruksikan Duta Besar Indonesia di Teheran untuk mempersiapkan skenario kontingensi, termasuk rencana evakuasi darurat jika situasi memburuk.

Pernyataan resmi Kemlu pada 12 Januari lalu juga menyatakan bahwa berdasarkan komunikasi intensif KBRI dengan WNI di Qom, Isfahan, dan wilayah lain, tidak ada laporan gangguan keamanan yang signifikan. Oleh karena itu, evakuasi massal dinilai belum diperlukan pada tahap ini. KBRI juga mengeluarkan imbauan kepada calon pelancong WNI untuk menunda perjalanan ke Iran hingga kondisi keamanan dinyatakan stabil.
Gelombang protes di Iran bermula pada 28 Desember 2025 di Grand Bazaar Teheran dan dengan cepat menyebar ke sejumlah kota besar lainnya. Pemicu utama adalah pelemahan drastis nilai tukar rial serta memburuknya kondisi ekonomi secara keseluruhan. Pemerintah Iran menyebut aksi-aksi tersebut sebagai “kerusuhan” yang didalangi kekuatan asing, khususnya Amerika Serikat dan Israel.
Baca juga : Indonesia Perkuat Pilar Keamanan dalam Hubungan Bilateral dengan China pada 2026
Meski belum ada angka korban resmi dari otoritas Iran, organisasi pemantau hak asasi manusia independen yang berbasis di luar negeri memperkirakan lebih dari 2.550 orang tewas—termasuk aparat keamanan dan demonstran—dengan lebih dari 1.134 orang lainnya mengalami luka-luka.
Kementerian Luar Negeri kembali menekankan pentingnya kewaspadaan bagi seluruh WNI yang masih berada di Iran. Mereka diminta menghindari kerumunan, memantau informasi resmi dari KBRI, dan segera melapor jika menghadapi situasi darurat. Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen perlindungan warga negara sebagai prioritas utama diplomasi, sembari berharap situasi di Iran segera mereda melalui dialog damai.
Pewarta : Anjar Bramantyo

