RI News. Jakarta 17 Februari 2026 – Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung hangat di Kantor Perwakilan Palestina, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono menegaskan kembali posisi teguh Indonesia dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina menuju kedaulatan penuh. Pertemuan dengan Wakil Tetap Palestina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Riyad Mansour, terjadi pada Senin (16/2) lalu, tepat menjelang sidang penting Dewan Keamanan PBB yang membahas situasi Timur Tengah, termasuk isu Palestina, pada Rabu (18/2).
Di tengah suasana diplomasi yang intens pasca-adopsi Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 tahun 2025—yang membuka jalan bagi mekanisme pasca-konflik di Jalur Gaza—kedua diplomat mendalami perkembangan terkini di lapangan serta prospek perdamaian jangka panjang. Sugiono menekankan bahwa Indonesia tetap konsisten mendorong Solusi Dua Negara sebagai fondasi utama penyelesaian konflik Israel-Palestina yang adil dan berkelanjutan, sesuai dengan prinsip-prinsip hukum internasional dan Piagam PBB.
“Indonesia tidak hanya menyuarakan dukungan secara retoris, melainkan siap memberikan kontribusi konkret,” ujar Sugiono dalam pertemuan tersebut. Ia menyatakan kesiapan Indonesia untuk berpartisipasi lebih aktif dalam upaya stabilisasi, termasuk melalui bantuan kesehatan, rekonstruksi infrastruktur, hingga kemungkinan pengerahan pasukan penjaga perdamaian di Gaza—dengan catatan bahwa segala bentuk keterlibatan harus selaras dengan mandat multilateral yang sah dan persetujuan pihak Palestina.

Riyad Mansour menyambut positif kehadiran langsung Menlu RI di New York, yang ia nilai sebagai bukti solidaritas nyata. Ia menyoroti ikatan historis mendalam antara Indonesia dan Palestina, yang telah terjalin sejak Konferensi Asia-Afrika 1955 di Bandung. “Indonesia selalu memiliki tempat khusus di hati rakyat Palestina,” katanya, seraya menilai peran Jakarta dapat menjadi katalisator bagi aksi lebih konkret dari komunitas internasional di tengah tantangan kemanusiaan yang masih berlangsung di wilayah pendudukan.
Diskusi mendalam juga menyasar implementasi Resolusi 2803 (2025), khususnya pembentukan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) serta rencana pelibatan Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF). Mansour meyakini Indonesia dapat memberikan kontribusi konstruktif dalam kedua inisiatif tersebut guna mempercepat realisasi Solusi Dua Negara, sambil menjaga prinsip kedaulatan Palestina.
Baca juga : Keadilan Restoratif Jadi Harapan Baru Penyelesaian Sengketa Medis di Era Hukum Pidana Modern
Menutup pertemuan, Sugiono mengungkapkan rencana Presiden Prabowo Subianto untuk turut serta dalam pertemuan Dewan Perdamaian di Washington pekan ini, bersama pemimpin negara-negara lain termasuk anggota Kelompok D8. Kehadiran Presiden RI tersebut dimaksudkan untuk memastikan setiap keputusan yang diambil tetap berpijak pada kerangka multilateral yang inklusif, menghormati Piagam PBB, serta membuka ruang bagi perdamaian yang benar-benar adil dan abadi bagi kedua belah pihak.
Pertemuan ini mencerminkan konsistensi politik luar negeri Indonesia yang bebas-aktif, di mana dukungan terhadap Palestina tidak hanya menjadi amanat konstitusional, melainkan juga instrumen untuk memperkuat tatanan dunia yang lebih berkeadilan di tengah gejolak geopolitik global saat ini.
Pewarta : Albertus Parikesit

