RI News. Wonogiri, 23 Maret 2026 – Suasana khidmat dan hangat menyelimuti Masjid Al Mujahidin di Dusun Minggar, Desa Minggarharjo, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri, pada Minggu malam (22/3/2026). Sekitar 200 warga setempat berkumpul dalam acara halal bihalal sekaligus pengajian pasca-Idulfitri, yang berlangsung penuh kebersamaan dan rasa persaudaraan.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.30 WIB tersebut dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari perwakilan pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga aparat kepolisian dari Polsek Eromoko. Mewakili Kapolsek Eromoko, Brigpol Feri Handoyo S dan Briptu Gita Candra hadir langsung untuk berbaur bersama warga, menunjukkan komitmen Polri dalam mempererat silaturahmi pasca-Hari Raya.
Kepala Desa Minggarharjo diwakili oleh Kepala Dusun Minggar, Sukarlan, yang turut hadir bersama para Ketua RT/RW setempat. Kehadiran mereka memperkuat nuansa gotong royong dalam acara yang sederhana namun bermakna ini.

Puncak acara adalah tausiah yang disampaikan oleh AKP Surono, S.H., M.H., Kapolsek Baturetno. Sebagai seorang perwira polisi yang juga aktif dalam pembinaan rohani masyarakat, AKP Surono mengangkat tema “Satu Maaf Menyembuhkan Seribu Luka”. Ceramahnya menekankan pentingnya saling memaafkan untuk menyembuhkan luka batin, mempererat hubungan antarwarga, serta menjaga harmoni sosial di tengah kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan berjalan tertib dan penuh kekhidmatan, diawali pembukaan resmi, pembacaan tilawah Al-Qur’an oleh Ananda Ibnu Umar Saputra, sambutan dari Kepala Dusun, pengucapan ikrar halal bihalal secara bersama-sama, pengajian, doa bersama, hingga penutupan.
Kasubbag Humas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., yang mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut. Menurutnya, kehadiran personel Polri dalam kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan seperti ini merupakan wujud nyata dari komitmen institusi untuk mendukung aktivitas positif serta membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Momentum halal bihalal pasca-Lebaran menjadi kesempatan emas untuk memperkuat komunikasi harmonis antara Polri dan warga. Dengan demikian, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dapat tetap terjaga kondusif,” ujar AKP Anom.
Ia menambahkan bahwa kegiatan semacam ini tidak hanya memperdalam nilai spiritual, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam membangun kebersamaan dan persatuan di tingkat desa. Di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks, inisiatif lokal seperti halal bihalal di Dusun Minggar dianggap mampu memperkokoh fondasi kerukunan antarwarga.
Acara ini menjadi contoh bagaimana tradisi keagamaan dan silaturahmi dapat menyatukan berbagai lapisan masyarakat, termasuk aparat penegak hukum, dalam upaya menjaga harmoni desa. Warga setempat berharap kegiatan serupa terus digelar secara rutin untuk mempererat tali persaudaraan di wilayah pedesaan Kabupaten Wonogiri.
Pewarta: Nandang Bramantyo

