RI News. Semarang, 15 Maret 2026 – Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan. Pada Sabtu malam, 14 Maret 2026 pukul 23:29 WIB, terjadi erupsi yang terekam jelas pada alat seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 30,2 mm dan durasi sekitar 3 menit 21 detik. Visual letusan tidak dapat diamati secara langsung karena terjadi pada malam hari, namun rekaman getaran menegaskan kekuatan peristiwa tersebut.
Erupsi kali ini menjadi bagian dari rangkaian aktivitas Gunung Marapi yang masih berada pada Status Level II (Waspada) sejak beberapa waktu terakhir. Pusat pemantauan vulkanologi mencatat bahwa letusan erupsi erupsi ini tidak disertai lontaran kolom abu yang teramati, berbeda dengan beberapa kejadian sebelumnya di bulan Maret yang memuntahkan material vulkanik hingga ribuan meter ke atmosfer.
Pihak berwenang langsung mengeluarkan seruan kewaspadaan kepada masyarakat di sekitar gunung setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut tersebut. Radius aman 3 kilometer dari pusat aktivitas di Kawah Verbeek tetap diberlakukan secara ketat. Masyarakat, termasuk pendaki, wisatawan, dan warga setempat, dilarang memasuki zona tersebut untuk menghindari risiko lontaran batu pijar atau guguran material panas.

Selain itu, warga yang tinggal di lembah atau bantaran sungai-sungai yang berhulu di puncak Marapi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lahar hujan, terutama di musim penghujan saat ini. Aliran sungai yang berasal dari puncak berpotensi membawa material vulkanik jika terjadi hujan deras, sehingga pemantauan debit air dan evakuasi dini menjadi krusial.
Dampak abu vulkanik juga menjadi perhatian utama. Masyarakat diimbau menggunakan masker pelindung mulut dan hidung untuk mencegah gangguan pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta melindungi mata dan kulit dengan kacamata dan pakaian tertutup. Jika terjadi hujan abu, warga disarankan mengamankan sumber air bersih dan segera membersihkan atap rumah dari tumpukan abu tebal guna mencegah kerusakan struktur bangunan akibat beban berlebih.
Baca juga : “Integritas Bukan Cuma Omongan”: Gubernur Luthfi Prihatin Tiga Bupati Jateng Tersandung OTT KPK
Pemerintah daerah setempat menekankan pentingnya menjaga kondusivitas di tengah masyarakat. Masyarakat diharapkan tidak menyebarkan informasi yang tidak terverifikasi atau hoaks, serta menghindari isu-isu yang dapat menimbulkan kepanikan. Seluruh warga diminta mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan keselamatan bersama.
Gunung Marapi, yang terletak di perbatasan Kabupaten Agam dan Tanah Datar, telah menunjukkan pola erupsi berulang dalam beberapa bulan terakhir. Para ahli vulkanologi terus memantau parameter kegempaan, deformasi, dan emisi gas untuk mendeteksi potensi perubahan status lebih lanjut.
Pewarta: Mayang Sari

