RI News. Gianyar, Bali – Pemerintah Kabupaten Gianyar terus berupaya meningkatkan kualitas angkatan kerja lokal melalui pelatihan berbasis kompetensi yang selaras dengan tuntutan pasar. Kali ini, fokus diarahkan pada dua bidang yang sedang berkembang pesat: keahlian barista dan tata rias, sebagai langkah konkret menekan angka pengangguran di wilayah yang kaya akan pariwisata dan industri kreatif tersebut.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar, I Gede Suardana Putra, menyatakan bahwa pelatihan ini tidak sekadar menyampaikan pengetahuan teoritis, melainkan membangun keterampilan praktis sekaligus sikap profesional yang dibutuhkan dunia kerja.
“Kami bekali pelatihan berbasis kompetensi yang tidak hanya soal pengetahuan tapi juga keterampilan dan sikap profesional,” ujarnya di Gianyar, Kamis (2/4/2026).

Menurut Suardana, pendekatan ini menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia lokal, khususnya para pencari kerja yang ingin memasuki sektor jasa dan industri kreatif. Pelatihan tersebut digelar di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) Agribisnis dan Industri Gianyar, sebagai tahap awal program di tahun 2026 yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja terkini.
Kepala UPTD BLK Gianyar, Ni Ketut Dani, menambahkan bahwa pelatihan tidak hanya menyasar kompetensi teknis, tetapi juga penguatan daya saing peserta. Dengan demikian, mereka diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, membuka peluang kerja baru, sekaligus berkontribusi menekan angka pengangguran dan kemiskinan di daerah.
“Sehingga mampu mendorong produktivitas, membuka peluang kerja, serta berkontribusi dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan di daerah,” imbuhnya.
Pada tahap perdana ini, sebanyak 32 peserta mengikuti pelatihan selama 20 hingga 23 hari, terbagi dalam dua program yaitu barista dan tata rias (junior make-up artist). Dani berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini secara optimal, tidak hanya untuk memasuki dunia kerja formal melainkan juga mengembangkan usaha mandiri di bidang kuliner kopi atau jasa kecantikan.
Baca juga : Dek Fad Jadi Penengah Bijak: Harmoni Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya Pulih Demi Kemajuan Daerah
Seluruh kegiatan pelatihan ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gianyar tahun 2026, sesuai dengan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Dinas Tenaga Kerja setempat.
Upaya ini sejalan dengan tren positif ketenagakerjaan di Bali. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Pulau Dewata per Agustus 2025 tercatat sebesar 1,49 persen atau sekitar 40,9 ribu orang. Angka tersebut mengalami penurunan 0,30 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai 1,79 persen atau 48,6 ribu orang. Meski demikian, pemerintah daerah tetap mendorong berbagai inisiatif pelatihan untuk menjaga momentum penurunan tersebut, terutama di kabupaten-kabupaten penyangga pariwisata seperti Gianyar.
Dengan pendekatan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan industri, pelatihan semacam ini diharapkan tidak hanya menghasilkan tenaga kerja terampil, tetapi juga menciptakan ekosistem wirausaha baru yang mendukung perekonomian lokal Bali yang semakin dinamis.
Pewarta : Vie

