Skip to content
08/08/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Jawa Tengah
  • Gelombang Serangan Monyet Ekor Panjang Mengguncang Lereng Lawu Selatan: Ancaman Sistemik bagi Petani Wonogiri

Gelombang Serangan Monyet Ekor Panjang Mengguncang Lereng Lawu Selatan: Ancaman Sistemik bagi Petani Wonogiri

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 minutes read
Gelombang Serangan Monyet Ekor Panjang Mengguncang Lereng Lawu Selatan
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Wonogiri – Serangan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di Kecamatan Slogohimo dan Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, kini telah melampaui fase sporadis. Dalam beberapa bulan terakhir, gangguan yang semula bersifat insidental berubah menjadi ekspansi luas yang mengancam siklus pertanian dan ketenangan warga di setidaknya tiga desa.

Desa Setren di Slogohimo, serta Desa Girimulyo dan Desa Kembang di Jatipurno, menjadi wilayah paling terdampak. Tanaman jagung, kacang tanah, dan palawija lainnya rusak berulang, bahkan sebelum memasuki masa panen. Petani kehilangan harapan di musim tanam pertama tahun ini.

“Musim tanam pertama petani di wilayah ini hampir gagal total. Serangan monyet datang dari berbagai sisi,” ujar Surip, warga Desa Setren, saat ditemui Minggu (21/6/2026).

Pola serangan yang tidak terpusat menunjukkan adanya tekanan habitat yang lebih besar. Kawanan monyet diduga bergerak dari kawasan hutan perbatasan lereng selatan Gunung Lawu. Perubahan musim yang menyebabkan kelangkaan pakan alami di hutan diyakini menjadi pemicu utama, memaksa satwa liar turun ke lahan pertanian dan permukiman warga.

Fenomena ini bukan sekadar gangguan sesaat, melainkan pergeseran ruang hidup satwa akibat dinamika ekosistem yang terganggu. Pemerintah desa telah melaporkan kondisi ini ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), namun hingga kini warga masih menanti penanganan yang lebih komprehensif. Sebelum meluas, gejala awal muncul di Desa Girimulyo dan Desa Setren. Ratusan monyet kini beroperasi dalam kelompok besar, menyerbu lahan secara sistematis. Suripto, warga setempat, menggambarkan ritme serangan yang nyaris tanpa jeda.

“Banyak yang gagal panen setelah tanamannya dirusak kawanan monyet. Dua sore datang, dua sore pergi lagi. Apapun dirusak,” katanya.

Di Desa Kembang, situasi semakin mengkhawatirkan. Monyet tidak hanya merusak tanaman, tetapi juga masuk ke permukiman. Bardi, warga desa tersebut, menceritakan pengalaman yang menegangkan.

Baca juga : Generasi Muda Batang Diajak “Jelajah Ruang” BNN: Melihat Langsung Ancaman Narkoba di Balik Replika dan Senjata Operasi

“Kalau yang punya rumah sedang bepergian, rumah dalam kondisi kosong, mereka masuk, menyerang makanan di sekitar rumah, bahkan genteng rumah dilempar-lempar,” ujarnya.

Abeng atau Terpiash, warga Desa Kembang lainnya, menambahkan bahwa upaya pengusiran konvensional seperti petasan, bunyi-bunyian, dan jebakan hanya memberikan efek sementara. Bahkan tindakan ekstrem seperti menembak justru memicu respons balasan yang lebih agresif.

“Misalnya ditembak, malah seperti dendam. Datang lagi dengan jumlah lebih banyak,” ungkapnya melalui telepon WhatsApp.

Petani Dusun Grenjeng melaporkan serangan hampir setiap hari dengan rombongan mencapai ratusan ekor. Mukadi (75), salah satu petani senior, mengungkapkan kekhawatirannya.

“Ada yang seukuran manusia. Sudah berani sama manusia. Jagung tidak berani tanam lagi,” katanya.

Kerugian tidak hanya bersifat materiil. Warga menghadapi tekanan psikologis yang berkepanjangan setiap kali musim tanam tiba. Di satu sisi, petani membutuhkan perlindungan atas mata pencaharian mereka. Di sisi lain, regulasi konservasi satwa liar membatasi tindakan langsung.

Tanpa intervensi terukur dan berkelanjutan dari otoritas terkait, konflik manusia-satwa liar di lereng Lawu selatan berpotensi semakin meluas, baik secara geografis maupun intensitas dampaknya.

Pewarta: Nandar Suyadi

Tagline: #SeranganMonyetWonogiri, #MonyetEkorPanjang, #KonflikManusiaSatwa, #LerengLawu, #PertanianWonogiri, #SlogohimoJatipurno, #KrisisHabitat, #PetaniJawaTengah,

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Generasi Muda Batang Diajak “Jelajah Ruang” BNN: Melihat Langsung Ancaman Narkoba di Balik Replika dan Senjata Operasi
Next: Danrem 072/Pamungkas Hadiri Pembukaan Mandiri Jogja Marathon 2026: Olahraga yang Menyatukan Semangat dan Pariwisata Budaya

Related Stories

Truk Hino Tak Terkendali di Jalan Menurun

Truk Hino Tak Terkendali di Jalan Menurun, Tabrak Dua Sepeda Motor di Wonogiri, Tiga Korban Luka Ringan

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 jam ago 0
Polisi Ungkap Peredaran Minyak Goreng Bermasalah di Wonogiri

Polisi Ungkap Peredaran Minyak Goreng Bermasalah di Wonogiri, Satu Tersangka Diamankan

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 jam ago 0
PUNTHUK VIEW Slogoretno

PUNTHUK VIEW Slogoretno: Hamparan Sawah Terasiring Jadi Panggung Kuliner Tradisional dan Gerakan Ekonomi Desa

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 jam ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
iklan
iklan
iklan
Iklan
Berita Video

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Soliditas Polri-Kejaksaan Agung Tak Tergoyahkan oleh Kasus Korupsi Internal
  2. Wisnu mengenai Mengawal Libur Sekolah: Bandung Kerahkan 350 Petugas Gabungan Cegah Lonjakan Kejahatan Remaja
  3. Sultan Liwa mengenai Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Lintas Lembaga Hadapi Ancaman Geopolitik Multipolar
  4. Sammy Sandinata mengenai Delapan Pejuang Papua Kembali ke Pangkuan NKRI: Bendera Merah Putih Dikecup, Senjata Diserahkan di Pegunungan Bintang
  5. Sugeng Rudianto mengenai Menelusuri Jejak Pangeran Sambernyawa: Wonogiri Historical Trip Kobarkan Semangat Sejarah Generasi Muda

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Truk Hino Tak Terkendali di Jalan Menurun, Tabrak Dua Sepeda Motor di Wonogiri, Tiga Korban Luka Ringan
  • Polisi Ungkap Peredaran Minyak Goreng Bermasalah di Wonogiri, Satu Tersangka Diamankan
  • PUNTHUK VIEW Slogoretno: Hamparan Sawah Terasiring Jadi Panggung Kuliner Tradisional dan Gerakan Ekonomi Desa
  • Silaturahmi Tokoh Dayak Perkuat Sinergi Kamtibmas di Bumi Uranium
  • Polri Perkuat Sinergi Desa: Bhabinkamtibmas Dukung Rembuk Stunting dan Penyusunan RKPDes di Piawas
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.