RI News. Bakauheni, Lampung – Arus balik penumpang dan kendaraan pasca-Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di lintasan penyeberangan Bakauheni-Merak memasuki fase krusial. Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menyatakan bahwa puncak gelombang pertama arus balik terjadi pada Selasa (24 Maret 2026), atau H+2 Lebaran.
“Puncak arus balik terjadi hari ini, 24 Maret 2026 untuk gelombang pertama, kemudian diprediksi akan terjadi lagi pada tanggal 28-29 Maret 2026,” ujar Heru Widodo saat ditemui di Pelabuhan Bakauheni, Selasa siang.
Menurutnya, hingga saat ini pemudik dari Sumatera menuju Jawa masih terus berdatangan. Kantong parkir di dermaga maupun ruang tunggu penumpang terpantau padat, menandakan tingginya mobilitas masyarakat yang hendak kembali ke aktivitas sehari-hari di Pulau Jawa.

Heru menekankan bahwa lintasan Bakauheni-Merak bukan sekadar jalur transportasi biasa, melainkan arteri vital yang menghubungkan dua pulau besar sekaligus menunjang distribusi logistik nasional. “Mobilitas di sini sangat strategis, baik untuk masyarakat maupun rantai pasok barang,” katanya.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, ASDP telah menerapkan kebijakan single tarif sejak Senin (23 Maret 2026). Tarif kelas eksekutif disetarakan dengan tarif reguler, sehingga seluruh tujuh dermaga beroperasi dengan tarif yang sama selama periode arus balik hingga 29 Maret 2026.
“Single tarif sudah kita berlakukan. Tarif eksekutif kita berlakukan jadi reguler, sehingga tujuh dermaga kita akan menerapkan tarif reguler selama periode arus balik di 23 sampai dengan 29 Maret 2026,” jelas Heru.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses pelayanan dan mengurangi potensi antrean panjang di pelabuhan.
Baca juga : Pemerintah Godok Penyesuaian Energi dan Stimulus Ekonomi di Tengah Ancaman Krisis Minyak Global
Di sisi keselamatan, ASDP terus melakukan koordinasi intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau kondisi cuaca dan gelombang laut secara real-time. Heru mengimbau seluruh pengguna jasa agar senantiasa mengutamakan keselamatan selama perjalanan laut, terutama di tengah potensi perubahan cuaca yang kerap terjadi di Selat Sunda.
Dengan penerapan single tarif dan pengawasan cuaca yang ketat, ASDP berharap arus balik dua gelombang ini dapat berjalan lancar dan tertib, tanpa mengganggu kelancaran distribusi logistik nasional yang bergantung pada lintasan strategis ini.
Pemudik diimbau untuk memantau informasi terkini melalui kanal resmi ASDP dan mempersiapkan perjalanan dengan baik, termasuk memilih waktu keberangkatan di luar jam-jam puncak jika memungkinkan. Gelombang kedua yang diprediksi pada 28-29 Maret dipastikan akan menjadi ujian berikutnya bagi kelancaran operasional penyeberangan.
Pewarta : T-Gaul

