RI News Portal. Kota Tegal, Jawa Tengah – Dalam beberapa hari terakhir, Pantai Alam Indah (PAI) yang biasanya tenang tiba-tiba berubah menjadi lautan aktivitas manusia yang penuh semangat. Ratusan warga dari berbagai usia berbondong-bondong datang bukan semata untuk menikmati debur ombak atau panorama laut lepas, melainkan untuk “berburu” kerang putih atau kerang lupis (Donax variabilis) yang muncul secara melimpah di hamparan pasir pantai.
Fenomena periodik ini, yang dipicu oleh kondisi alam tertentu seperti arus dan ombak kuat sebelumnya, membuat kerang kecil berwarna putih keabu-abuan itu tersedot ke permukaan pasir dengan mudah. Pemandangan tak biasa pun tercipta: keluarga lengkap dengan anak-anak kecil hingga remaja tampak sibuk menyusuri bibir pantai sambil membawa ember, baskom, hingga kantong plastik. Mereka dengan cekatan menggali pasir dangkal untuk memanen kerang yang menjadi buruan utama.
Yanto (43), seorang warga setempat yang datang bersama keluarganya, mengaku memanfaatkan momen libur untuk sekaligus berwisata dan beraktivitas produktif. “Kebetulan libur panjang, saya ajak anak-anak rekreasi sekaligus cari kerang. Bisa dimasak oseng atau direbus saja sudah enak. Anak-anak senang sekali, rasanya seperti petualangan kecil di pantai,” ujarnya sambil tersenyum lebar.

Euforia panen kerang ini tak hanya membawa kegembiraan bagi pengunjung, tapi juga menyuntikkan energi baru bagi kawasan wisata tersebut. Suasana pantai yang semula sepi kini dipenuhi tawa dan canda, menciptakan nuansa meriah yang jarang terlihat di hari-hari biasa. Para pedagang kaki lima di sekitar area masuk pantai pun merasakan manfaatnya. Penjualan makanan ringan, minuman segar, hingga jasa sewa alat permainan anak mengalami lonjakan signifikan.
Pihak pengelola Pantai Alam Indah menyambut baik antusiasme masyarakat. Namun, mereka mengingatkan agar semua pengunjung tetap menjaga etika dan keselamatan. “Kami sangat mengapresiasi semangat warga yang datang. Tapi mohon, buang sampah pada tempatnya dan jaga kebersihan pantai bersama-sama. Kelestarian alam ini milik kita semua,” kata salah seorang petugas pengelola.
Selain itu, pengunjung diminta untuk berhati-hati saat memungut kerang. Aktivitas sebaiknya dilakukan hanya di zona aman yang dangkal, jauh dari arus deras, guna menghindari risiko terseret ombak atau tergelincir di area berbatu.
Para ahli biologi laut menyebut kemunculan massal kerang Donax variabilis seperti ini biasanya terkait siklus pasang surut dan kondisi sedimen pantai yang mendukung. Fenomena serupa pernah terjadi di wilayah pesisir Jawa sebelumnya, meski durasinya terbatas. Diperkirakan, kelimpahan kerang ini masih akan bertahan beberapa hari ke depan, tergantung perubahan cuaca dan gelombang laut.
Bagi siapa saja yang ingin merasakan sensasi wisata pantai yang berbeda—sekaligus pulang membawa “oleh-oleh” alam berupa kerang segar—Pantai Alam Indah Kota Tegal tengah menjadi destinasi tak terduga yang wajib dikunjungi saat ini.
Pewarta: Ikhwanudin

