RI News Portal. Sumedang, 18 Januari 2026 – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan bahwa Kabupaten Sumedang memiliki prospek besar untuk berkembang menjadi pusat kebudayaan Sunda yang mandiri dan berkelanjutan, dengan Keraton Sumedang Larang sebagai inti pengembangannya. Pernyataan ini disampaikan saat kunjungan kerja ke Sumedang pada Sabtu, 17 Januari 2026, di mana ia menekankan perlunya transformasi wilayah tersebut dari sekadar tempat singgah menjadi destinasi wisata budaya utama di Jawa Barat.
Dalam kunjungannya, Fadli Zon menggarisbawahi bahwa Sumedang tidak boleh lagi diposisikan sebagai wilayah transit semata, melainkan harus menjadi tujuan wisata yang komprehensif. “Sumedang sangat berpotensi untuk menjadi pusat kebudayaan Sunda. Nantinya, Sumedang ini jangan jadi tempat persinggahan saja, tapi harus benar-benar menjadi destinasi utama,” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa pengembangan potensi Sumedang dapat mencakup berbagai dimensi wisata, mulai dari budaya dan sejarah hingga alam, religi, serta kuliner. Langkah ini, menurutnya, tidak hanya akan memperkaya pengalaman wisatawan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal melalui peningkatan kesejahteraan dan peluang usaha.

Pusat perhatian utama Fadli Zon adalah Keraton Sumedang Larang, yang ia usulkan sebagai episentrum pemajuan kebudayaan Sunda. “Karena wilayah keraton atau kesultanan adalah salah satu tempat untuk merawat, melindungi, dan memajukan kebudayaan,” katanya. Keraton ini saat ini berfungsi sebagai Museum Prabu Geusan Ulun, yang menyimpan koleksi berharga seperti Mahkota Binokasih, singgasana kerajaan, senjata pusaka, naskah-naskah kuno, seperangkat gamelan, serta kereta kencana kerajaan. Koleksi tersebut mencerminkan kekayaan warisan Kerajaan Sumedang Larang yang pernah menjadi salah satu kekuatan penting dalam sejarah Sunda pra-kolonial.
Selama kunjungan, Menteri Kebudayaan meninjau sejumlah fasilitas budaya di kompleks keraton, termasuk Museum Pusaka, Bale Seni, Gedung Gamelan, dan Gedung Negara Sumedang. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan ekosistem budaya, khususnya dalam konteks kemajuan budaya Sunda, dengan melibatkan generasi muda sebagai agen perubahan. “Hal yang kita harapkan adalah keberlanjutan dalam ekosistem budaya, terutama terkait kemajuan budaya Sunda,” tambahnya.
Baca juga : Tantangan Cuaca Ekstrem Hambat Pencarian Serpihan Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung
Respons positif datang dari pengelola Keraton Sumedang Larang. Sri Radya Keraton Sumedang Larang, H.R.I. Lukman Soemadisoeria, menyatakan kesiapan penuh untuk menjaga aset-aset warisan serta mendukung inisiatif pemajuan kebudayaan. “Kami berharap revitalisasi keraton-keraton Nusantara, terutama Keraton Sumedang Larang, dapat dilakukan secepatnya,” ungkapnya.
Pernyataan Fadli Zon ini sejalan dengan upaya lebih luas pemerintah untuk merevitalisasi situs-situs keraton di Indonesia sebagai wadah pelestarian identitas budaya lokal di tengah tantangan modernisasi. Pengembangan Sumedang sebagai pusat kebudayaan Sunda diharapkan dapat menjadi model bagi wilayah lain dalam menyeimbangkan pelestarian warisan dengan pemberdayaan masyarakat.
Pewarta : Vie

