RI News. Slogohimo, Wonogiri – Di balik deretan pegunungan yang menjulang, terdapat sebuah dusun kecil yang menyimpan keunikan alam luar biasa. Dusun Salam di Desa Setren, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, kini mulai dikenal sebagai salah satu permukiman pedesaan paling asri di wilayah timur Wonogiri. Dikelilingi gunung tinggi di tiga sisi—timur, utara, dan barat—dusun ini terletak di hamparan bawah lereng yang memberikan panorama memukau ketika diamati dari dusun tetangganya, Setren.
Keunikan utama Dusun Salam terletak pada pola sinar matahari yang berbeda dari kawasan sekitar. Sinar matahari pagi baru menyapa dusun ini setelah pukul 08.00 WIB dan bertahan hingga sekitar pukul 15.00 WIB. Hal tersebut disebabkan oleh bentang alam yang unik: gunung di sebelah timur bersama dataran tinggi pedesaan Kecamatan Bulukerto menjadi penghalang alami, sementara di barat terdapat dataran tinggi Dusun Setren dan di utara pegunungan Girimanik. Kondisi ini menciptakan suasana yang sejuk dan teduh sepanjang hari, membuat dusun terasa seperti lembah tersembunyi di tengah perbukitan.

Dari ketinggian, Dusun Salam tampak seperti lukisan alam yang hidup. Sumber air bersih dan bening mengalir deras dari kaki Gunung Girimanik, menyirami sawah dan kebun hortikultura yang menghijau royo-royo. Udara yang steril, difilter oleh pepohonan hijau lebat, bebas dari polusi asap kendaraan maupun kebisingan mesin industri. Warga setempat menikmati kehidupan yang tenang dan adem ayem di bawah naungan pegunungan hijau, dengan rumah-rumah megah yang berdiri rapi di tengah hamparan tanaman padi dan sayuran.
Meski berada di lokasi yang relatif terpencil, akses menuju Dusun Salam semakin mudah. Jalan rabat beton selebar dua jari serta cor blok yang dibangun secara bertahap melalui anggaran infrastruktur dana desa telah menghubungkan dusun dari dua arah. Jarak dari pusat Kecamatan Slogohimo sekitar 8 kilometer melalui jalan aspal menuju objek wisata Girimanik, sehingga tidak lagi menyulitkan warga maupun pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam di sini.
Salah satu daya tarik yang semakin mengangkat nama Dusun Salam adalah Joglo Kembar, sebuah destinasi wisata yang dikelola oleh pasangan Hartono dan Sri Purwanti. Kehadiran objek wisata ini menjadi ikon baru yang membuat dusun ramai dikunjungi wisatawan, terutama setelah beberapa tahun terakhir menjadi perbincangan di berbagai platform digital. Joglo Kembar menawarkan suasana alam yang menyatu dengan lingkungan sekitar, menambah daya tarik bagi mereka yang mencari ketenangan di tengah panorama pegunungan.
Kepala Dusun Salam menyampaikan bahwa keindahan alam ini bukan hanya menjadi kebanggaan warga, tetapi juga potensi besar untuk pengembangan pariwisata berbasis masyarakat yang tetap menjaga kelestarian lingkungan. “Kami ingin Dusun Salam tetap asri seperti sekarang, sambil memberikan manfaat ekonomi bagi warga melalui wisata yang ramah lingkungan,” ujarnya.
Dengan kombinasi antara keunikan geografis, kebersihan alam, dan keramahan warga, Dusun Salam kini menjadi bukti bahwa di pelosok Jawa Tengah masih banyak “Ubud mini” yang menunggu untuk dijelajahi. Bagi pencinta alam dan ketenangan, dusun ini menawarkan pengalaman berbeda yang jauh dari hiruk-pikuk kota.
Pewarta: Nandar Suyadi

