RI News Portal. Jayapura, 2 Januari 2026 – Pemerintah Provinsi Papua telah mengalokasikan dana sebesar Rp500 juta untuk mendukung operasi pencarian korban kecelakaan speedboat di perairan Waindu, Kabupaten Kepulauan Yapen, yang terjadi pada malam 24 Desember 2025. Keputusan ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menangani krisis kemanusiaan, sekaligus menekankan urgensi reformasi infrastruktur transportasi di wilayah kepulauan yang rentan terhadap risiko alam.
Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, menyatakan bahwa alokasi dana tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Papua, sebagai wujud empati mendalam terhadap keluarga korban. “Bantuan ini diberikan untuk memperkuat upaya pencarian yang hingga kini masih berlangsung intensif, mengingat 17 penumpang, termasuk 11 anak-anak, belum ditemukan,” ujarnya dalam pernyataan di Jayapura.
Dana tersebut telah diperintahkan untuk segera disalurkan melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen, guna mendukung logistik, peralatan, dan koordinasi tim SAR gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI, Polri, serta masyarakat lokal. Operasi pencarian sendiri telah diperluas ke pulau-pulau sekitar, termasuk wilayah Biak Numfor, dengan pengerahan aset seperti helikopter dan kapal patroli.

Tragedi ini bermula ketika speedboat bermesin 40 PK yang membawa 21 penumpang dari Serui menuju Kampung Waindu terbalik akibat gelombang tinggi dan angin kencang. Hingga akhir Desember 2025, tiga penumpang berhasil diselamatkan, satu ditemukan meninggal dunia, sementara sisanya masih dalam status hilang. Kejadian ini menambah catatan kelam keselamatan transportasi laut di Papua, di mana wilayah kepulauan sering bergantung pada perahu motor sebagai moda utama.
Lebih jauh, Gubernur Fakhiri menekankan pentingnya langkah preventif jangka panjang. “Kami mendorong kajian mendalam mengenai pengembangan akses transportasi darat alternatif, serta evaluasi kondisi dermaga dan infrastruktur laut di Kepulauan Yapen,” katanya. Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada transportasi laut yang berisiko tinggi, terutama di musim cuaca ekstrem.
Alokasi serupa sebelumnya juga diberikan oleh Pemprov Papua untuk korban bencana banjir di wilayah lain Indonesia, menunjukkan pola solidaritas nasional yang konsisten dari pemerintah daerah. Para pengamat menilai inisiatif ini tidak hanya sebagai respons darurat, tetapi juga sinyal kuat untuk prioritas keselamatan masyarakat di daerah terpencil.
Operasi pencarian terus berlanjut dengan harapan menemukan para korban, sementara diskusi pencegahan diharapkan menghasilkan kebijakan konkret untuk mencegah pengulangan tragedi serupa di masa depan.
Pewarta : Vie

