Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Dugaan TKA Ilegal di Kawasan Industri Kendal: Antara Harmoni Sosial dan Pelanggaran Hukum Ketenagakerjaan yang Sistematis

Dugaan TKA Ilegal di Kawasan Industri Kendal: Antara Harmoni Sosial dan Pelanggaran Hukum Ketenagakerjaan yang Sistematis

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 min read
Harmoni Sosial dan Pelanggaran Hukum Ketenagakerjaan yang Sistematis
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Kendal, 28 November 2025 – Gelombang desakan masyarakat Jawa Tengah kepada Kantor Imigrasi Kelas I Semarang dan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jateng semakin menguat terkait dugaan keberadaan puluhan tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja tanpa izin resmi di Kawasan Industri Kendal (KIK). Sorotan tajam tertuju pada sebuah rumah kontrakan berukuran besar di wilayah Kelurahan Jungsemi, Kecamatan Kangkung, yang diduga difungsikan sebagai mess sementara bagi para pekerja asing tersebut.

Penelusuran di lapangan pada Kamis (27/11) menunjukkan, setiap pagi puluhan TKA dijemput bus perusahaan menuju lokasi kerja di KIK dan sebagian lainnya ke Kawasan Industri Candi (KIC) di Semarang. Keberadaan mereka secara sosial diterima warga setempat. Ketua RT 013, Untung, mengakui bahwa interaksi para TKA dengan lingkungan sekitar berjalan harmonis.

“Mereka sopan, tidak pernah mengganggu. Kadang memberi salam, kadang memberi makanan kecil ke anak-anak,” ujar Untung ketika ditemui di teras rumahnya yang hanya berjarak kurang dari 50 meter dari mess tersebut.

Namun, harmoni sosial itu tidak serta merta menghapus dugaan pelanggaran hukum yang jauh lebih substansial. Beberapa sumber masyarakat yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa mayoritas TKA tersebut tidak memiliki Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) maupun KITAS kerja yang sah. Jika terbukti, praktik ini melanggar Pasal 42 ayat (1) jo. Pasal 185 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja yang mengatur kewajiban setiap pemberi kerja untuk memiliki Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) yang disahkan sebelum mempekerjakan warga negara asing.

Lebih jauh, seorang mantan karyawan perusahaan pengguna TKA—yang meminta identitasnya dirahasiakan karena masih terikat ikatan kerja dengan pihak lain—mengungkap pola pelanggaran yang bersifat sistemik. Menurutnya, perusahaan tidak hanya diduga mempekerjakan TKA ilegal, tetapi juga melakukan eksploitasi terhadap pekerja lokal.

Baca juga : Polres Simalungun Tangkap Ketua BUMNag Dolok Merangir II atas Dugaan Korupsi Rp533 Juta

“Gaji kami jauh di bawah UMK Kendal yang tahun 2025 sebesar Rp2,78 juta. Banyak yang hanya digaji Rp1,8–2,2 juta. Tidak ada BPJS Ketenagakerjaan, apalagi BPJS Kesehatan. Alat pelindung diri (APD) pun sering tidak lengkap, padahal kami bekerja di area berisiko tinggi,” ungkapnya.

Praktik tersebut berpotensi melanggar sekurang-kurangnya tiga ketentuan sekaligus:

  • Pasal 88B UU Cipta Kerja tentang kewajiban pembayaran upah minimum;
  • Pasal 86 jo. Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 tentang jaminan keselamatan dan kesehatan kerja; serta
  • ketentuan wajib pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan sebagaimana diatur dalam UU Nomor 24 Tahun 2011.

Pengamat hukum ketenagakerjaan dari Universitas Diponegoro, Dr. Ani Purwanti, S.H., M.H., menilai kasus ini mencerminkan lemahnya pengawasan berlapis di kawasan industri strategis nasional.

“Pengawasan TKA bukan hanya tugas imigrasi, tetapi juga Dinas Tenaga Kerja kabupaten/kota dan pengelola kawasan industri. Jika RPTKA saja tidak ada, maka seluruh rantai rekrutmen sudah cacat hukum sejak awal. Ini bukan sekadar pelanggaran administratif, tapi bisa masuk ranah tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 185 UU Cipta Kerja dengan ancaman pidana penjara hingga 4 tahun dan/atau denda Rp4 miliar,” papar Ani.

Hingga Jumat siang (28/11), baik pengelola KIK maupun KIC belum merespons permintaan konfirmasi tertulis yang diajukan redaksi. Kantor Imigrasi Kelas I Semarang melalui Kepala Seksi Inteldakim, juga belum memberikan keterangan resmi meskipun telah menerima laporan masyarakat sejak dua pekan lalu.

Masyarakat sekitar kini menanti respons cepat dan tegas dari negara. Mereka tidak menolak kehadiran investasi asing, namun menuntut agar investasi itu tidak lahir dari praktik pelanggaran hukum yang pada akhirnya merugikan pekerja lokal dan menciderai kedaulatan hukum nasional.

Kasus Kendal ini menjadi cermin bahwa di balik gemerlap kawasan industri, masih tersimpan praktik ketenagakerjaan yang gelap—praktik yang hanya akan terungkap jika negara hadir dengan pengawasan yang sungguh-sungguh, bukan sekadar seremonial.

Pewarta : MM

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Polres Simalungun Tangkap Ketua BUMNag Dolok Merangir II atas Dugaan Korupsi Rp533 Juta
Next: Ibu Korban Penculikan Alvaro Kiano Nugroho Dipulangkan dari Malaysia untuk Tes DNA Forensik

Related Stories

Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren
3 min read

Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren: Klaten Menulis Babak Baru Harmoni Lintas Iman

Jurnalis RI News Portal Posted on 15 jam ago 0
Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong
2 min read

Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong

Jurnalis RI News Portal Posted on 15 jam ago 0
'raj 2026
2 min read

Lonjakan Penumpang Kereta Api di Sumatera Utara pada Penutupan Libur Isra Mi’raj 2026

Jurnalis RI News Portal Posted on 15 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
  • Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan
  • Doa Bersama Tokoh Adat, Spiritual, dan Lintas Agama Kawal Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara
  • Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren: Klaten Menulis Babak Baru Harmoni Lintas Iman
  • Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.