RI News. Wonogiri – Layanan Call Center 110 Polres Wonogiri kembali menjadi sorotan positif masyarakat setelah aksi respons cepatnya berhasil memastikan pengawalan pasien darurat menuju Rumah Sakit dr. Oen Solo Baru berjalan lancar. Kejadian tersebut tidak hanya menegaskan keandalan sistem layanan darurat kepolisian di tingkat lokal, tetapi juga menyoroti peran krusial personel di balik layar yang sering kali bekerja dalam tekanan waktu dan kondisi minim sorotan.
Peristiwa berlangsung pada Sabtu sore, 14 Maret 2026, ketika Rudi (52), warga Kecamatan Jatisrono, menghubungi nomor darurat 110. Ia meminta bantuan pengawalan untuk kendaraan yang membawa anggota keluarganya yang membutuhkan penanganan medis segera. Saat itu, Bripda Adi Cahyono sedang bertugas sebagai operator. Dengan sigap, ia mencatat detail laporan, memverifikasi lokasi, dan langsung berkoordinasi dengan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Wonogiri untuk menggerakkan personel patroli.
Berkat koordinasi tersebut, mobil pengawal berhasil menemani perjalanan dari Jatisrono menuju Sukoharjo. Pengawalan memastikan jalur tetap aman, menghindari kemacetan potensial, dan mempercepat tiba di fasilitas kesehatan. Pasien pun segera mendapatkan perawatan intensif tanpa hambatan berarti.

Rudi, sebagai pelapor, menyampaikan apresiasi mendalam atas respons yang diberikan. “Kami benar-benar terbantu. Tanpa pengawalan cepat itu, perjalanan bisa tertunda dan kondisi pasien semakin memburuk. Terima kasih banyak kepada petugas 110 dan seluruh tim di lapangan. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan aman,” ujarnya dengan nada lega.
Di sisi lain, Bripda Adi Cahyono mengakui bahwa profesi operator layanan darurat bukan tanpa tantangan. Ia menekankan bahwa piket malam hari menjadi ujian terberat. “Malam itu waktu paling rawan. Telepon bisa berdering kapan saja, dan kami harus langsung fokus penuh. Kadang panggilan datang bertubi-tubi, mulai dari kecelakaan, gangguan keamanan, hingga kasus medis seperti ini. Kesiapsiagaan harus 100 persen, meski tubuh sudah lelah,” ungkapnya.
Meski demikian, rasa kepuasan membantu sesama menjadi pendorong utama. “Capek ya capek, tapi ketika tahu bantuan kita menyelamatkan nyawa atau meringankan beban masyarakat, itu jadi energi baru. Itulah yang membuat kami tetap semangat memberikan pelayanan terbaik setiap saat,” tambah Bripda Adi, yang menjalani tugas ini dengan komitmen tinggi sebagai bagian dari institusi Polri.
Apresiasi juga datang dari pimpinan. Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., menyatakan bahwa layanan 110 merupakan garda terdepan dalam menjembatani kebutuhan masyarakat dengan respons lapangan. “Dedikasi anggota seperti Bripda Adi menjadi bukti nyata bahwa Polres Wonogiri terus berupaya memberikan pelayanan yang cepat, akurat, dan berorientasi pada kemanusiaan. Kami berkomitmen mempertahankan standar ini,” katanya dalam keterangan resmi pada Minggu, 22 Maret 2026.
Kasus ini sekaligus mengingatkan pentingnya pemanfaatan layanan 110 secara bijak oleh masyarakat. Dalam situasi darurat—baik medis, keamanan, maupun lalu lintas—nomor tersebut dirancang untuk menjadi jembatan pertama menuju bantuan cepat. Kisah Bripda Adi Cahyono dan respons tim Polres Wonogiri menunjukkan bahwa di balik setiap panggilan darurat, ada manusia yang bekerja tanpa lelah, siap merespons kapan pun demi menjaga rasa aman dan nyawa warga.
Pewarta: Nandang Bramantyo

