RI News Portal. Pasaman 10 Januari 2026 – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, secara resmi mengajukan kebutuhan anggaran sebesar Rp846,61 miliar untuk mendanai program Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025. Pengajuan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Yulianto dalam rapat koordinasi finalisasi dokumen R3P yang digelar di Aula Gubernuran Sumbar pada Kamis, 8 Januari 2026.
Bupati Yulianto menekankan bahwa pemulihan pascabencana tidak boleh hanya berfokus pada perbaikan fisik semata. Menurutnya, upaya rehabilitasi dan rekonstruksi harus diintegrasikan dengan penguatan sistem mitigasi bencana guna mengurangi risiko kejadian serupa di masa mendatang. “Kami mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat dan provinsi dalam penanganan pascabencana. Rehabilitasi serta rekonstruksi harus menjadi momentum untuk membangun ketahanan wilayah yang lebih baik,” ujarnya saat ditemui di Simpang Empat, Sabtu (10/1/2026).

Bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor yang melanda Pasaman Barat pada periode akhir November 2025 telah menimbulkan dampak cukup berat. Peristiwa tersebut menyebabkan lima orang meninggal dunia dan tiga orang dinyatakan hilang. Selain korban jiwa, kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum juga tercatat signifikan, meliputi:
- 83 unit rumah mengalami kerusakan berbagai tingkat,
- 17 ruas jalan serta 15 jembatan rusak,
- 16 sekolah terdampak,
- 603,39 hektare lahan pertanian terendam atau rusak,
- Satu pasar dan tujuh kios mengalami kerusakan,
- 23 tempat ibadah serta tiga fasilitas kesehatan ikut terdampak.
Berdasarkan penilaian kerugian dan kerusakan, sektor perumahan mencatat nilai kerugian mencapai Rp6,85 miliar. Sementara sektor infrastruktur menjadi yang paling dominan dengan angka kerugian dan kerusakan mencapai lebih dari Rp673 miliar. Di sektor ekonomi, kerugian diperkirakan Rp51,36 miliar, sektor sosial Rp2,5 miliar, serta dampak lintas sektor sekitar Rp669 juta.
Baca juga : Badan Geologi ESDM Imbau Masyarakat Hindari Klaim Pengobatan dari Air Sinkhole di Limapuluh Kota
Untuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi ke depan, Pemkab Pasaman Barat telah menyusun estimasi kebutuhan anggaran secara rinci. Sektor perumahan membutuhkan sekitar Rp5,73 miliar, sementara sektor infrastruktur menuntut alokasi terbesar sebesar Rp680,87 miliar. Selain itu, sektor ekonomi diperkirakan memerlukan Rp23,54 miliar, sektor sosial Rp2,59 miliar, dan lintas sektor mencapai Rp133,86 miliar. Total keseluruhan kebutuhan anggaran mencapai Rp846.610.176.339.
Pengajuan anggaran ini menjadi bagian dari upaya sistematis pemerintah daerah untuk memastikan pemulihan menyeluruh pascabencana. Dengan komitmen yang kuat dari berbagai tingkatan pemerintahan, diharapkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan cepat, efektif, serta memberikan ketahanan jangka panjang bagi masyarakat Pasaman Barat menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi di masa depan.
Pewarta : Sami S

