RI News, Banyumas, Jumat, 16 Oktober 2026 – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan warga hanya dapat dicapai melalui kolaborasi lintas unsur, yakni TNI, pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat. Penegasan itu disampaikan saat ia memimpin upacara pembukaan Bakti TNI AD untuk Rakyat di Wilayah Kodam IV/Diponegoro, yang digelar di Alun-Alun Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas.
Dalam amanatnya, Luthfi menyebut program tersebut bukan agenda yang berhenti pada tataran seremoni. “Bakti TNI untuk rakyat bukan sekadar program seremonial, tetapi merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI AD dengan rakyat melalui kepedulian, kebersamaan, dan pengabdian,” ujarnya.
Ia menilai pembangunan daerah memerlukan sinergi yang lebih luas, tidak hanya antara pemerintah, TNI, dan Polri, tetapi juga satuan perlindungan masyarakat (Satlinmas), mahasiswa, dunia usaha, serta seluruh lapisan masyarakat. Sinergi tersebut diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, mempercepat pembangunan infrastruktur, dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Luthfi meminta agar infrastruktur yang dibangun melalui program bakti TNI dikawal dan dirawat sehingga manfaatnya berkelanjutan. Ia juga memberi apresiasi atas pembangunan sarana penampungan air yang dinilai membantu warga menghadapi musim kemarau serta dampak El Nino.

Dalam konteks ketahanan pangan, ia mengingatkan peran strategis Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional. Produksi padi provinsi ini mencapai 8,5 juta ton gabah kering giling, atau sekitar 15 persen dari total produksi nasional.
Selain pembangunan fisik, ia mengapresiasi program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) bagi masyarakat kurang mampu. Ia pun berharap layanan kesehatan gratis, operasi katarak, sunatan massal, donor darah, dan pasar murah dapat menjangkau warga yang membutuhkan.
Usai upacara, Luthfi menyatakan bahwa kegiatan tersebut mencerminkan kolaborasi yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjawab kebutuhan sekaligus mengatasi persoalan warga. “Inilah bentuk collaborative government together we can do that (kolaborasi pemerintah bersama-sama kita bisa mewujudkannya),” katanya.
Berdasarkan data penyelenggara, Bakti TNI AD ini berlangsung selama 60 hari pada Oktober hingga November 2026 di wilayah Kodim 0701/Banyumas dan Kodim 0709/Kebumen.
Baca juga : Jabat Tangan Jakarta–Teheran: Plan of Action Halal Buka Jalan Pangan Indonesia Menembus Pasar Global
Di Kabupaten Banyumas, kegiatan menjangkau 21 kecamatan dan 40 desa. Sasaran fisiknya meliputi rehabilitasi 105 unit RTLH, pembangunan 10 jembatan, pembuatan 30 sumur bor, dan 30 titik jambanisasi. Program ini juga mencakup perbaikan enam tempat ibadah dan empat sekolah, rehabilitasi empat panti asuhan, revitalisasi satu makam, pembangunan rabat beton jalan di dua titik, serta pembangunan talud penahan tanah di dua titik dan talud plengseng beton di lima titik.
Adapun di Kabupaten Kebumen, kegiatan mencakup 18 kecamatan dan 112 desa. Sasarannya meliputi pembangunan 12 jembatan, pembuatan 50 sumur bor, rehabilitasi 45 RTLH, dan pembangunan 20 unit fasilitas MCK. Selain itu, dilakukan perbaikan empat tempat ibadah dan empat sekolah, rehabilitasi satu panti asuhan, revitalisasi satu makam, serta pembangunan rabat beton di tiga titik.
Anggaran kegiatan di Kabupaten Banyumas bersumber dari program TNI AD sebesar Rp9,2 miliar, partisipasi TNI Rp1,5 miliar, pemerintah daerah Rp3,08 miliar, dan Kodam Rp500 juta. Sementara di Kabupaten Kebumen, anggaran terdiri atas Rp14,4 miliar dari program TNI AD, Rp1,4 miliar dari partisipasi TNI, Rp489 juta dari pemerintah daerah, dan Rp500 juta dari Kodam.
Di luar pembangunan fisik, program ini turut menghadirkan pelayanan kesehatan gratis, donor darah, dan penanaman 5.000 bibit pohon. Bantuan sosial juga disalurkan berupa kaki palsu, kacamata gratis, kursi roda, dan paket sembako.
Pewarta: Sriyanto
Tagline: #AhmadLuthfi, #BaktiTNIADuntukRakyat, #KodamIVDiponegoro, #Banyumas, #KolaborasiPembangunan, #KemanunggalanTNIRakyat, #JawaTengah, #Kesejahteraan,
