RI News. Yogyakarta – Hujan deras tak menyurutkan semangat prajurit TNI Angkatan Laut untuk membersihkan pantai. Di bawah langit mendung dan guyuran air yang tak henti, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Yogyakarta tetap menggelar aksi Program Laut Bersih (Prolasih) di Pantai Samas, Kabupaten Bantul, Jumat (27/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen TNI AL dalam menjaga kelestarian lingkungan maritim dan pesisir, bahkan di tengah kondisi cuaca ekstrem. Pelaksanaan Prolasih kali ini sekaligus mendukung Taklimat Presiden RI terkait Program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), yang menekankan pentingnya lingkungan hidup yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.
Pantai Samas, yang terletak di Desa Srigading, Kecamatan Sanden—sekitar 14 kilometer selatan Kota Bantul—dipilih sebagai lokasi utama karena kerap menjadi sasaran pencemaran sampah, terutama plastik yang mengancam ekosistem pesisir. Tim gabungan yang terdiri dari prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) TNI AL, anggota Jalasenastri, prajurit Koramil Sanden, personel Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Bantul, serta warga setempat bahu-membahu mengumpulkan sampah di sepanjang garis pantai dan area sekitarnya.

Kolonel Marinir Hafied Indarwan, S.E., Komandan Lanal Yogyakarta, menegaskan bahwa Prolasih bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan program rutin yang dijalankan secara berkelanjutan oleh seluruh satuan TNI AL. “Cuaca buruk bukan alasan untuk berhenti. Ini adalah wujud tanggung jawab kita bersama terhadap laut dan pesisir yang menjadi sumber kehidupan bangsa,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Meski hujan membuat medan kerja semakin licin dan menantang, semangat peserta tak pudar. Mereka menggunakan alat pelindung diri sederhana sambil terus mengangkut karung-karung sampah untuk kemudian diangkut ke tempat pengolahan yang aman. Fokus utama adalah mengurangi volume sampah plastik yang berpotensi mencemari perairan dan merusak habitat biota laut serta ekosistem mangrove di sekitar pantai.
Melalui aksi ini, diharapkan Pantai Samas dapat kembali menunjukkan karakter aslinya yang aman, sehat, resik, dan indah—sesuai semangat Program Indonesia ASRI. Lebih dari itu, kegiatan semacam ini mempererat sinergi antara institusi TNI AL dengan masyarakat lokal, membangun kesadaran kolektif bahwa pelestarian lingkungan pesisir adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah atau militer semata.
Pewarta: Lee anno

