RI News. Jakarta – Dalam langkah strategis menghadapi dinamika ancaman narkotika di era digital, Badan Narkotika Nasional (BNN) resmi mengoptimalkan layanan Call Center 184 sebagai kanal komunikasi langsung yang beroperasi nonstop 24 jam sepanjang minggu. Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, Kepala BNN, menegaskan komitmen ini bukan sekadar penambahan fasilitas, melainkan wujud nyata transformasi ke arah pelayanan publik yang lebih responsif dan inklusif.
“Saya tekankan agar layanan ini berjalan optimal dan terus kami perbarui. Negara tidak boleh tidur dalam melayani masyarakatnya,” ujar Suyudi saat menyampaikan arahan di Kantor BNN, Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Menurutnya, di tengah disrupsi informasi yang semakin cepat, kehadiran negara melalui kanal komunikasi dua arah menjadi keharusan. Call Center 184 dirancang untuk menjembatani aspirasi, pengaduan, serta kebutuhan informasi masyarakat terkait pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GN) tanpa terhambat prosedur birokrasi yang berbelit.

Setiap informasi yang masuk, lanjut Suyudi, diperlakukan sebagai aset berharga yang wajib dianalisis dan ditindaklanjuti secara cepat serta akurat. “Respon kilat terhadap laporan warga adalah bukti konkret bahwa BNN benar-benar hadir dan bekerja,” tegasnya.
Lebih dari itu, optimalisasi layanan ini menuntut peningkatan kualitas sumber daya manusia. Operator Call Center 184 harus memiliki kemampuan komunikasi publik yang prima agar tidak ada satu pun masyarakat yang kecewa karena mendapat informasi tidak akurat atau respons yang kurang memadai.
“Jangan sampai ada warga yang menghubungi kami merasa kecewa. Itu menjadi standar minimal yang harus dipenuhi,” ingat Suyudi.
Ia juga meminta seluruh satuan kerja BNN, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk turut mendukung dengan memastikan setiap laporan ditangani secara cepat dan tepat sasaran. Layanan ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat pengaduan, tetapi juga sumber data berharga bagi pimpinan dalam pengambilan keputusan berbasis bukti (data-driven decision making).
Pada kesempatan yang sama, Suyudi menyoroti potensi Call Center 184 sebagai katalisator penguatan koordinasi lintas sektoral, baik di internal BNN maupun dengan aparat penegak hukum lainnya. Dengan demikian, upaya P4GN dapat berjalan lebih terintegrasi dan efektif, sejalan dengan tuntutan masyarakat akan pelayanan negara yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Layanan Call Center 184 kini siap menjadi “jembatan” utama antara masyarakat dan upaya negara melindungi generasi dari ancaman narkotika, menandai babak baru dalam pendekatan pencegahan yang lebih proaktif dan berorientasi pada publik.
Pewarta : Diki Eri

