RI News Portal. Bantul, 29 Januari 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul bersama Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) semakin mengintensifkan langkah-langkah mitigasi bencana untuk meminimalkan risiko serta dampak buruk dari berbagai ancaman alam yang kerap melanda wilayah ini.
Sekretaris BPBD Kabupaten Bantul, Ribut Bimo Haryo Tejo, menyatakan bahwa fokus pada upaya pencegahan dan pengurangan risiko tersebut menjadi prioritas utama menyusul rentetan kejadian bencana belakangan ini, termasuk banjir, angin kencang, serta gempa bumi yang masih membekas di ingatan masyarakat.
“Kami telah melaksanakan serangkaian upaya mitigasi secara intensif setelah beberapa waktu terakhir Kabupaten Bantul menghadapi berbagai bencana seperti banjir, angin kencang, dan gempa bumi yang terjadi belum lama ini,” ujar Ribut di Bantul, Kamis lalu.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul kunjungan kerja Komisi A DPRD DIY ke BPBD Bantul, yang menegaskan komitmen kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten untuk menjadikan mitigasi bencana sebagai agenda utama. Ribut menjelaskan bahwa arahan dari kunjungan tersebut semakin memperkuat tekad bersama dalam membangun ketahanan wilayah terhadap ancaman alam.
Salah satu strategi kunci yang dioptimalkan adalah pemberdayaan relawan melalui Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) yang telah tersebar di 75 kelurahan se-Kabupaten Bantul. Relawan-relawan ini berperan aktif dalam pemantauan situasi lapangan serta menjadi mata dan telinga utama di wilayah masing-masing untuk mendeteksi potensi ancaman sejak dini.
“Kami terus mengoptimalkan peran relawan FPRB di tingkat kelurahan agar masyarakat lebih siap menghadapi risiko,” tambahnya.
Selain itu, BPBD Bantul telah menyelesaikan tahap asesmen mendalam terhadap dampak berbagai bencana yang pernah terjadi, mulai dari banjir hingga angin kencang. Hasil asesmen tersebut kini menjadi dasar untuk langkah tindak lanjut yang lebih konkret.
Baca juga : Polisi Desa Melawi Bimbing Siswa SMA Bangun Disiplin dan Nasionalisme Lewat Latihan IKAPARA
“Sudah kami lakukan asesmen secara menyeluruh, tinggal menunggu realisasi program apa yang akan segera dieksekusi. Yang jelas, baik Pemkab Bantul maupun Pemda DIY telah siap mendukung penuh,” tegas Ribut.
Ia juga menyampaikan pesan agar masyarakat tetap tenang dan mengikuti perkembangan informasi resmi yang akan disampaikan secara berkala. Pendekatan berbasis komunitas dan kolaborasi lintas pemerintahan ini diharapkan dapat menciptakan sistem peringatan dini yang lebih tangguh serta mengurangi kerugian baik jiwa maupun harta benda di masa mendatang.
Dengan ancaman geologis seperti Sesar Opak dan cuaca ekstrem yang semakin sering, penguatan mitigasi berbasis data dan partisipasi masyarakat menjadi harapan bersama untuk menjadikan Bantul lebih resilien terhadap bencana alam.
Pewarta; Lee Anno

