RI News. Jakarta – Indonesia siap menyambut dua ajang renang perairan terbuka bertaraf internasional di Bali pada 2026, yang diharapkan menjadi katalisator kuat bagi pengembangan wisata olahraga atau sport tourism di Tanah Air. Kementerian Pariwisata secara tegas menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan A-STREAM Open Water Swimming Series serta 12th Asian Open Water Swimming Championships, sebagai upaya mempromosikan keindahan destinasi wisata Indonesia secara lebih luas.
A-STREAM Open Water Swimming Series dijadwalkan berlangsung pada 11-12 April 2026, sementara kejuaraan tingkat Asia tersebut akan digelar pada 13-15 Juni 2026, keduanya di perairan Bali yang terkenal dengan ombaknya yang menantang dan panorama alam yang memukau. Lokasi di Jimbaran Bay untuk kejuaraan Asia diharapkan menarik perenang elit dari berbagai negara, sekaligus membuka peluang bagi peserta umum melalui format seri A-STREAM.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan komitmen pemerintah untuk berkolaborasi dalam memajukan pariwisata melalui olahraga air. “Kami sangat mendukung dan senang dapat bekerja sama untuk mempromosikan destinasi Indonesia, tidak hanya terbatas pada Bali, melainkan juga berbagai kawasan lain di Tanah Air,” ujarnya dalam pernyataan resmi yang dikonfirmasi akhir pekan lalu.

Menurut Widiyanti, penyelenggaraan event bertaraf internasional seperti ini membawa dampak positif yang signifikan terhadap pertumbuhan sektor wisata olahraga dan industri pariwisata secara keseluruhan. Ia berharap sinergi dengan Pengurus Besar Akuatik Indonesia dapat berlangsung secara berkelanjutan setiap tahunnya, dengan target minimal 750 peserta dari berbagai negara. “Kolaborasi ini diharapkan terus berlanjut dan mampu menghadirkan partisipasi internasional yang masif,” tambahnya.
Ketua Harian PB Akuatik Indonesia, Harlin Rahardjo, menjelaskan bahwa A-STREAM dirancang sebagai identitas segar dalam pengembangan pariwisata olahraga nasional. Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi, melainkan juga pendorong ekonomi lokal. “Para wisatawan yang datang untuk menyaksikan atau berpartisipasi dalam renang perairan terbuka juga dapat menikmati produk lokal, sehingga memberikan multiplier effect bagi UMKM serta mendorong peningkatan fasilitas dan infrastruktur di daerah penyelenggaraan,” papar Harlin.
Lebih jauh, PB Akuatik Indonesia memiliki visi jangka panjang untuk membangun kekayaan intelektual di bidang sport tourism yang berkelanjutan. “Bersama Kementerian Pariwisata, kami ingin menjadikan sport tourism Indonesia bukan sekadar event olahraga semata, melainkan sebagai intellectual property yang terintegrasi dengan hospitality, kuliner, serta kekayaan budaya setiap daerah,” ungkapnya.
Dengan pendekatan holistik ini, kekhasan masing-masing destinasi diharapkan semakin menonjol dan menjadi magnet pariwisata baru. Bali sebagai tuan rumah utama pada Juni 2026 diproyeksikan menjadi panggung internasional yang memamerkan potensi alam Indonesia, sekaligus memperkuat citra negara sebagai destinasi unggulan bagi pecinta olahraga air di kawasan Asia dan dunia.
Pewarta : Yudha Purnama

