RI News Portal. Payakumbuh, 12 Januari 2026 – Badai disertai hujan lebat yang melanda Kota Payakumbuh pada Senin sore menyebabkan kerusakan material di Kelurahan Kapalo Koto Ampangan, Kecamatan Payakumbuh Selatan. Dua kejadian terpisah namun terjadi pada waktu dan lokasi yang hampir bersamaan menunjukkan dampak langsung cuaca ekstrem terhadap pemukiman dan ternak warga.
Sekitar pukul 15.00 WIB, sebuah pohon kelapa tua yang tumbuh di belakang rumah milik Sri Ma Murtis roboh dan menimpa bangunan tempat tinggal tersebut. Penghuni rumah, Rena (26), yang saat itu sendirian, selamat tanpa luka karena kejadian berlangsung sangat cepat.
“Saya sedang menonton televisi ketika kucing peliharaan tiba-tiba lari ketakutan. Beberapa detik kemudian terdengar dentuman keras, dan ketika saya menoleh ke belakang, bagian kamar tidur serta dapur sudah hancur tertimpa batang pohon,” cerita Rena kepada tim yang datang ke lokasi.

Batang pohon kelapa berdiameter besar itu merobohkan atap dan dinding pada dua ruangan utama. Beruntung, anggota keluarga Rena yang lain tidak berada di rumah saat kejadian, sehingga tidak ada korban jiwa. Satu rumah tetangga juga mengalami kerusakan ringan akibat percikan ranting dan daun yang beterbangan.
Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Payakumbuh, Kelompok Siaga Bencana (KSB), Bhabinkamtibmas, serta warga sekitar segera melakukan respons darurat. Mereka memotong dan mengevakuasi batang pohon, membersihkan puing, serta memasang terpal sementara untuk melindungi bagian rumah yang terbuka dari guyuran hujan lanjutan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Payakumbuh, Erizon, menyatakan bahwa prioritas utama adalah mencegah kerusakan sekunder. “Kami langsung membersihkan material pohon tumbang dan mengamankan area agar penghuni dapat kembali menempati rumah dengan aman meski dalam kondisi darurat,” katanya.
Baca juga : Pemerintah Optimistis Capai Target 16-17,6 Juta Kunjungan Wisatawan Mancanegara pada 2026
Pada waktu yang hampir bersamaan, di lokasi tidak jauh dari rumah Rena, seekor sapi betina milik warga yang sedang bunting tua dan diperkirakan akan segera melahirkan menjadi korban lain badai tersebut. Batang pohon durian yang tumbang menimpa kandang, mengakibatkan sapi tertimpa material berat.
Setelah warga dan tim penolong berhasil mengevakuasi serta membersihkan reruntuhan pohon durian, kondisi sapi dinyatakan kritis dan sulit diselamatkan. Untuk mengurangi kerugian lebih lanjut, pemilik bersama warga sekitar yang sigap mengambil keputusan memotong ternak tersebut dan menjual dagingnya secara kiloan kepada masyarakat setempat.
Kejadian beruntun ini menjadi pengingat akan risiko cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi di wilayah Sumatera Barat pada musim hujan. BPBD Kota Payakumbuh kembali mengimbau warga untuk secara rutin memeriksa kondisi pohon-pohon besar di sekitar rumah dan kandang ternak, serta memangkas cabang rawan roboh guna mengurangi potensi bahaya serupa di masa mendatang.
Pewarta : Mayang Sari

