RI News Portal. Wonogiri, 4 Januari 2026 – Dalam suasana pasca-perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang baru saja berlalu dengan kondusif, seorang pimpinan lembaga pendidikan Islam di Kabupaten Wonogiri menyampaikan penghargaan tinggi terhadap upaya kepolisian daerah Jawa Tengah dalam menjaga stabilitas keamanan masyarakat.
Ustadz Muhammad Fajrin Ibnu Salim, yang memimpin Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Buruuj di Desa Manyaran, menyatakan rasa terima kasihnya atas pelaksanaan pengamanan yang berjalan lancar selama periode libur akhir tahun tersebut. Pernyataan ini disampaikan pada Sabtu, 3 Januari 2026, sebagai bentuk pengakuan dari kalangan masyarakat terhadap dedikasi aparat keamanan.
Menurut Ustadz Fajrin, faktor kunci di balik terciptanya kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang stabil adalah kesiapsiagaan serta pendekatan profesional yang diterapkan oleh personel kepolisian. “Kehadiran mereka di tengah-tengah masyarakat tidak hanya memberikan perlindungan, tetapi juga menciptakan rasa tenang sehingga berbagai aktivitas sosial dan keagamaan dapat berlangsung tanpa hambatan signifikan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa profesionalisme tersebut terlihat jelas dalam pengelolaan situasi selama rangkaian hari raya, di mana potensi kerawanan seperti peningkatan mobilitas masyarakat berhasil diminimalisir. “Berkat kesiapsiagaan dan profesionalisme aparat kepolisian, pelaksanaan Natal dan Tahun Baru 2026 di Jawa Tengah berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” tambahnya, mengutip pengamatan langsung dari komunitas di wilayah Wonogiri.
Lebih dari sekadar ucapan terima kasih, Ustadz Fajrin mengharapkan agar kerjasama yang telah terbangun antara institusi kepolisian dengan berbagai lapisan masyarakat, termasuk lembaga pendidikan keagamaan, dapat terus diperkuat di masa mendatang. Sinergi ini, menurutnya, menjadi fondasi penting untuk membangun masyarakat yang lebih harmonis dan damai, terutama di tengah keragaman budaya dan agama yang menjadi ciri khas Indonesia.
Baca juga : Apresiasi Tokoh Agama terhadap Keberhasilan Pengamanan Libur Akhir Tahun di Jawa Tengah
Respons positif juga datang dari pihak kepolisian setempat di Wonogiri, yang menyambut baik apresiasi tersebut sebagai wujud kepercayaan publik. Dukungan dari masyarakat dianggap sebagai motivasi tambahan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan keamanan, khususnya pada momen-momen nasional yang strategis.
Fenomena ini mencerminkan dinamika positif dalam hubungan antara aparat penegak hukum dan komunitas keagamaan di daerah, di mana saling pengertian dan dukungan menjadi elemen krusial dalam memelihara kohesi sosial pasca-periode libur panjang.
Pewarta: Nandang Bramantyo

