RI News. Lamongan, 9 Agustus 2026- Kasus kebakaran hebat yang mengamuk di kawasan Jembatan Babat-Widang, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kembali menjadi sorotan setelah puluhan kios pedagang kaki lima, sebuah mushalla, pangkalan ojek, serta dua unit sepeda motor hancur total dalam waktu singkat. Petugas Polres Lamongan langsung bertugas di lapangan untuk mengungkap akar masalah sekaligus memberikan perlindungan terhadap masyarakat korban.
Kasihumas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid menyatakan bahwa tim telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta mendata bangunan dan barang milik warga yang terdampak. “Kami masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Dugaan awal api berasal dari pembakaran sampah di belakang salah satu warung di bawah jembatan, namun hal itu masih didalami,” ujar Hamzaid di Lamongan, Minggu.

Penyelidikan lanjutan dilakukan dengan meminta keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi serta mengumpulkan barang bukti yang relevan. Kasus ini juga mendapat dukungan dari Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Lamongan Rayin. “Pemadaman dan pendinginan telah tuntas sehingga kondisi di lokasi sudah dinyatakan aman. Terbaru, petugas juga masih melakukan pendataan lanjutan terhadap bangunan dan barang milik warga yang terdampak,” ungkap Rayin.
Rayin menegaskan peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran, terutama di area padat aktivitas dan mudah terbakar. Kebakaran tersebut terjadi pada Sabtu (8/8) pukul 16.30 WIB di Jalan Tambangan, Kelurahan Babat, Kecamatan Babat. Api menghanguskan puluhan kios pedagang kaki lima, sebuah mushalla, pangkalan ojek, serta dua unit sepeda motor yang terparkir di lokasi sebelum berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.40 WIB. Untungnya, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Baca juga: Polisi Ungkap 169,6 Kilogram Ganja: Dua Tahanan Aceh Ditangkap di Deli Serdang
Dari aspek akademis, kejadian ini menggambarkan dinamika sosial-ekonomi di kawasan pinggiran kota yang padat aktivitas, di mana letak strategis di bawah jembatan sering kali menjadi simbol ketimpangan infrastruktur. Kebakaran tidak hanya merugikan material hingga Rp359,3 juta, tetapi juga mengancam ketahanan perekonomian masyarakat lokal serta keselamatan publik. Penyelidikan Polres Lamongan ini menjadi langkah penting untuk membangun model pencegahan kebakaran berbasis data dan partisipasi masyarakat di tengah tantangan urbanisasi yang terus meningkat di Jawa Timur.
Pewarta: Suparna
Tagline: #KebakaranBabat #PolresLamongan #PencegahanKebakaran #JawaTimur,

