RI News. Padangsidimpuan, 17 Februari 2026 – Suasana kota Padangsidimpuan mulai menghangat sehari menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, yang resmi ditetapkan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Pantauan di lapangan menunjukkan geliat luar biasa di sejumlah pusat perdagangan tradisional, termasuk Pasar Sangkupampal Bonang, Pasar Jalan Tamrin, serta sepanjang Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo. Ribuan warga berbondong-bondong datang untuk membeli daging kerbau dan sapi segar, sebuah kebiasaan tahunan yang telah mendarah daging di kalangan masyarakat setempat.
Tradisi ini bukan sekadar rutinitas belanja, melainkan bagian dari persiapan spiritual dan sosial menjelang puasa. Bagi banyak keluarga, stok daging segar menjadi syarat utama untuk menyajikan hidangan spesial saat berbuka, sekaligus sebagai wujud syukur atas rezeki yang diberikan. Permintaan yang melonjak tajam membuat para pedagang daging bekerja ekstra keras sejak subuh, dengan antrean pembeli memadati lapak-lapak hingga siang hari.
Rina, seorang ibu rumah tangga asal kawasan pusat kota, mengungkapkan kegembiraannya saat berhasil membawa pulang potongan daging segar. “Saya sangat senang sekali karena bulan puasa yang kami nantikan akhirnya segera tiba. Ini sudah jadi tradisi keluarga kami setiap tahun, membeli daging untuk disimpan dan diolah jadi menu berbuka yang istimewa,” tuturnya sambil tersenyum lebar di sela-sela keramaian pasar.

Di sisi lain, para pedagang pun merasakan berkah tersendiri dari lonjakan ini. Posan Siregar, salah seorang penjual daging yang beroperasi di Pasar Sangkupampal Bonang, mengaku stoknya ludes lebih cepat dari perkiraan. “Alhamdulillah, hari ini hanya satu ekor lembu yang saya potong, tapi sudah habis semua sebelum jam 10 pagi. Pembeli datang terus menerus, ini memang momen yang ditunggu-tunggu setiap tahun,” ujarnya dengan nada penuh syukur.
Harga daging di pasaran kota ini berkisar antara Rp130.000 hingga Rp150.000 per kilogram, tergantung kualitas dan bagian potongan. Meski mengalami peningkatan permintaan, pasokan dinilai masih memadai berkat kesiapan para peternak dan distributor lokal. Fenomena ini mencerminkan betapa kuatnya ikatan budaya dan keagamaan di tengah masyarakat Padangsidimpuan, di mana menyambut Ramadhan tidak hanya soal ibadah, tetapi juga mempererat silaturahmi melalui hidangan bersama keluarga.
Baca juga : Bhabinkamtibmas Polsek Belimbing: Sosialisasi ‘Stop Bakar’ Hadir di Desa Terpencil Kalbar
Semangat antusiasme ini menjadi cermin bahwa meski tantangan ekonomi ada, tradisi lama tetap lestari sebagai bentuk kesiapan menyongsong bulan penuh ampunan dan berkah. Warga kota ini tampak kompak mempersiapkan diri, baik secara materi maupun batin, untuk menjalani puasa dengan penuh khusyuk.
Pewarta : Adi Tanjoeng

