RI News. Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menyiapkan pasokan hingga 30 ribu ekor sapi secara khusus untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang diprediksi jatuh pada akhir Mei 2026.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Muhammad Riadi, menyatakan bahwa pengiriman ini merupakan langkah antisipatif untuk menjamin ketersediaan hewan kurban berkualitas di ibu kota dan sekitarnya tanpa menimbulkan gangguan logistik.
“Jadi, 30 ribu ekor sapi ini khusus untuk kebutuhan Hari Raya Idul Adha saja di wilayah Jabodetabek,” kata Riadi di Mataram, Minggu (29/3/2026).
Awalnya, kata Riadi, provinsi menyiapkan 21 ribu ekor sapi. Namun, seiring meningkatnya permintaan dari para distributor dan pengusaha di Jabodetabek, terjadi penambahan sebanyak 9.000 ekor yang mayoritas berasal dari Pulau Sumbawa. Pengiriman telah dimulai lebih awal oleh para pengusaha ternak menggunakan truk tronton melalui jalur darat, mulai dari Bima, Lombok, hingga Surabaya.

Menurut Riadi, pengiriman dini ini dilakukan untuk menghindari penumpukan truk pengangkut sapi di areal pelabuhan, sebagaimana yang sering terjadi pada tahun-tahun sebelumnya di Pelabuhan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, dan Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat.
“Kita jadwalkan agar tidak menumpuk menjelang Idul Adha. Antisipasi ini sudah kita mulai dari sekarang sehingga distribusi lebih lancar dan hewan kurban tiba dalam kondisi prima,” ujarnya.
Pengaturan pengeluaran sapi ini mengacu pada Keputusan Gubernur NTB Nomor 100.3.3.1-649 Tahun 2025 tentang Kuota Pengeluaran Sapi dan Kerbau Pedaging Dalam dan Luar Daerah serta Pemasukan Sapi di NTB Tahun 2026.
Secara keseluruhan, kuota pengeluaran sapi pedaging dari NTB tahun 2026 mencapai 52.517 ekor, sementara kuota kerbau sebanyak 2.550 ekor. Kontribusi terbesar datang dari Kabupaten Bima dengan 17.500 ekor sapi, disusul Sumbawa (17.000 ekor), Dompu (13.500 ekor), Kota Bima (3.317 ekor), dan Sumbawa Barat (200 ekor). Sisanya sekitar 1.000 ekor berasal dari Kota Mataram serta kabupaten-kabupaten di Pulau Lombok.
Baca juga : Gawai di Sekolah: Dinas Pendidikan Jatim Terbitkan Aturan Ketat untuk Lindungi Generasi Muda
Sementara untuk kerbau yang dikirim keluar daerah, porsi terbesar dialokasikan ke Surabaya sebanyak 1.400 ekor, diikuti Dompu (300 ekor), Sumbawa (200 ekor), Sumbawa Barat (200 ekor), Kabupaten Bima (200 ekor), dan Kota Bima (50 ekor).
Riadi menambahkan bahwa kuota pengeluaran tahun 2026 ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 49.254 ekor sapi dan 5.580 ekor kerbau. Peningkatan ini mencerminkan surplus produksi peternakan di NTB serta strategi provinsi dalam mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya selama momentum keagamaan besar seperti Idul Adha.
Langkah NTB ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan kurban di Jabodetabek, tetapi juga menjaga stabilitas harga dan kualitas hewan kurban di tingkat nasional. Para peternak lokal pun mendapat manfaat ekonomi dari pengiriman yang terjadwal dengan baik, sekaligus meminimalkan risiko kesehatan hewan akibat stres selama pengangkutan yang terlalu padat.
Dengan persiapan ini, NTB kembali menegaskan perannya sebagai salah satu sentra utama pasokan sapi potong nasional, terutama dalam menyambut hari raya kurban yang sarat makna sosial dan keagamaan.
Pewarta : Vie

