RI News. Kediri, Sabtu 7 November 2026 – Bandara Internasional Dhoho Kediri resmi mencatatkan tonggak sejarah baru setelah ditetapkan sebagai embarkasi dan debarkasi haji reguler tahun 2027. Penetapan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat pelayanan penyelenggaraan ibadah haji, sekaligus membuka babak baru bagi peran bandara kebanggaan masyarakat Kediri Raya itu sebagai pintu gerbang penerbangan internasional di wilayah selatan Jawa Timur.
Pada musim haji 2027, sebanyak 9.641 calon jemaah haji dari 15 kabupaten/kota di Jawa Timur dijadwalkan memperoleh layanan keberangkatan dan kepulangan melalui bandara tersebut. Angka ini menjadi tanggung jawab besar sekaligus peluang bagi Kediri untuk menunjukkan kesiapan dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji yang aman, nyaman, tertib, dan terorganisasi.
Selain menetapkan Bandara Dhoho sebagai lokasi pemberangkatan dan pemulangan, Kementerian Haji dan Umrah juga menunjuk Wisma Surya Kediri sebagai tempat transit jemaah. Fasilitas ini akan digunakan sebelum jemaah menjalani proses keberangkatan menuju Tanah Suci, maupun saat mereka kembali ke Tanah Air.
Keputusan tersebut mendorong percepatan persiapan di berbagai sektor. Perhatian diarahkan pada kesiapan infrastruktur bandara, fasilitas transit, sistem transportasi, pelayanan jemaah, serta aspek keamanan dan keselamatan penerbangan.

Simulasi operasional juga dinilai perlu disiapkan secara matang agar seluruh tahapan pelayanan berjalan sesuai prosedur. Tahapan itu meliputi kedatangan jemaah, pemeriksaan dokumen, pengaturan bagasi, mobilisasi menuju pesawat, hingga proses kepulangan seusai menunaikan ibadah haji.
Dengan jumlah jemaah mencapai ribuan orang, koordinasi lintas sektor menjadi faktor penentu keberhasilan. Pemerintah daerah, pengelola bandara, Kementerian Haji dan Umrah, unsur keamanan, petugas kesehatan, serta pihak terkait lainnya perlu bekerja selaras agar rangkaian pelayanan berlangsung tanpa kendala berarti.
Kesiapan itu tidak hanya menyangkut kelancaran penerbangan. Para calon jemaah, khususnya lanjut usia dan kelompok rentan, harus memperoleh pelayanan maksimal sejak berada di lokasi transit hingga tiba di Tanah Suci.
Dari sisi pembangunan daerah, penunjukan ini menjadi momentum penting bagi Kediri dan kawasan sekitarnya. Jemaah tidak lagi sepenuhnya bergantung pada akses keberangkatan melalui bandara lain, dan layanan haji ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Sektor transportasi, perhotelan, kuliner, jasa perjalanan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berpeluang menikmati dampak positif dari meningkatnya aktivitas pelayanan jemaah.
Kepercayaan pemerintah pusat yang menempatkan Bandara Dhoho sebagai salah satu titik pelayanan haji nasional juga menjadi ujian sekaligus kesempatan untuk membuktikan kapasitas infrastruktur dan sumber daya manusia di Kediri.
Kini pekerjaan besar menanti seluruh pihak terkait. Persiapan harus dilakukan secara terukur dan terintegrasi, tidak sekadar mengejar kesiapan administratif. Setiap fasilitas, prosedur, dan personel pelayanan harus benar-benar siap menghadapi kebutuhan ribuan calon jemaah.
Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang solid, Bandara Internasional Dhoho Kediri diharapkan menjadi pintu keberangkatan haji yang representatif, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dan mengukuhkan posisi Kediri sebagai pusat konektivitas dan pelayanan strategis di Jawa Timur.
Embarkasi Haji 2027 bukan sekadar kebanggaan bagi Kediri, melainkan amanah besar untuk menghadirkan pelayanan ibadah yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi ribuan calon tamu Allah.
Pewarta: Alex Franico
Tagline: #BandaraDhoho, #EmbarkasiHaji2027, #HajiKediri, #KediriRaya, #JemaahHajiJatim, #WismaSuryaKediri, #PelayananHaji, #GerbangTanahSuci,

