RI News. Makassar, Kamis 5 November 2026 – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Makassar menegaskan bahwa program pasar murah bukan agenda yang baru dijalankan kali ini. Kepala Disdag, Evy, menjelaskan bahwa pada tahap pertama, menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha, pemerintah kota telah menyalurkan sekitar 1.300 paket kebutuhan pokok kepada warga.
Dengan pelaksanaan tahap kedua, akumulasi paket yang tersalurkan dalam dua gelombang tersebut kini mencapai sekitar 2.400 paket. Capaian ini menunjukkan upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga komoditas pangan.
Agar bantuan harga terjangkau ini benar-benar diterima oleh kelompok yang berhak, Disdag menerapkan mekanisme seleksi administratif yang cukup ketat. Pembeli wajib berstatus warga Kota Makassar dan harus menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP), fotokopi kartu keluarga (KK), serta kupon yang dibagikan melalui pihak kelurahan. Skema ini menempatkan kelurahan sebagai garda terdepan dalam pendataan penerima manfaat.

“Pelayanan kami berikan kepada masyarakat yang memiliki kupon dari kelurahan, dengan membawa KTP dan fotokopi KK sebagai persyaratan,” terang Evy.
Dari perspektif tata kelola kebijakan publik, pola distribusi berbasis kupon dan verifikasi identitas semacam ini lazim digunakan untuk meminimalkan kebocoran sasaran (leakage) serta mencegah penumpukan pembelian oleh pihak yang tidak berhak. Meski demikian, efektivitasnya sangat bergantung pada akurasi data kelurahan dan kelancaran koordinasi lintas instansi di lapangan.
Evy juga menyampaikan bahwa Disdag membuka kemungkinan melanjutkan pasar murah ke tahap ketiga apabila kebutuhan masyarakat di lapangan masih tinggi. Sebelum itu, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap jumlah paket dan cakupan wilayah sasaran, sehingga pelaksanaan berikutnya dapat menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan.
Mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DP2) tersebut turut mengakui bahwa jumlah paket yang disediakan saat ini belum sepenuhnya mampu mengimbangi tingginya permintaan masyarakat. Oleh karena itu, Disdag berencana menambah kuota komoditas kebutuhan pokok pada program serupa di tahun berikutnya.
Baca juga: Pertambangan Tanpa Izin di Tulungagung Berujung Pidana, Pria Berinisial ST Diamankan Polisi
Evaluasi berbasis data tersebut diharapkan menjadi dasar penyempurnaan program, baik dari sisi volume, sebaran lokasi, maupun ketepatan sasaran, sehingga pasar murah dapat berfungsi sebagai instrumen stabilisasi harga yang lebih efektif bagi warga Kota Makassar.
Pewarta: Marco Kawulus
Tagline: #PasarMurahMakassar, #DisdagMakassar, #KebutuhanPokok, #HargaTerjangkau, #KuponKelurahan, #StabilitasHarga, #BantuanPangan, #KotaMakassar,

