RI News. Kediri, Sabtu 31 Oktober 2026 – Persik Kediri menelan kekalahan telak di hadapan pendukungnya sendiri. Menjamu Persita Tangerang di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, dalam lanjutan Super League 2026/2027 pada Sabtu (31/10/2026) sore, Macan Putih tumbang dengan skor 1-5.
Hasil ini menjadi pukulan berat bagi tim berjuluk Macan Putih. Selain gagal membawa pulang poin dari kandang sendiri, lini belakang Persik jebol lima kali oleh serangan Persita yang agresif dan efektif memanfaatkan peluang.
Sejak awal laga, Persita tampil menyerang dan tampak lebih tajam dalam menyelesaikan peluang. Persik justru kesulitan mengembangkan permainan sesuai rencana. Tekanan tim tamu membuat pertahanan tuan rumah kehilangan konsistensi sepanjang pertandingan.
Persita membuka keunggulan pada menit ke-9 lewat Alexandre Ramalingom. Tembakannya tidak mampu diantisipasi kiper Persik, Husna Al Malik. Gol cepat tersebut menambah kepercayaan diri tim tamu dalam mengendalikan jalannya laga.

Persik sebenarnya masih berpeluang memperbaiki keadaan, tetapi upaya membangun serangan belum berbuah penyelesaian akhir yang efektif. Koordinasi permainan tuan rumah juga belum cukup solid untuk meredam tekanan lawan.
Menjelang turun minum, tepatnya pada menit ke-45+2, Ramalingom kembali mencatatkan namanya di papan skor. Gol keduanya membawa Persita menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0.
Situasi tidak membaik di babak kedua. Baru tiga menit berjalan, tepatnya pada menit ke-48, Pablo Ganet memperlebar jarak menjadi 3-0. Gol itu menambah beban psikologis para pemain Persik yang sudah tertekan.
Persik berupaya mencari momentum untuk memangkas ketertinggalan, namun belum cukup untuk menghentikan dominasi Persita. Ganet kembali menunjukkan ketajamannya dengan gol kedua pada menit ke-76, lalu melengkapi hat-trick di penghujung laga. Tiga gol gelandang Persita tersebut menjadi faktor utama kemenangan besar timnya di Stadion Brawijaya.
Di tengah dominasi tamu, Persik sempat memberi respons melalui gol Sergio Castel pada menit ke-79. Gol itu setidaknya menunjukkan perlawanan tuan rumah dan menyelamatkan mereka dari kekalahan tanpa gol. Namun, tidak ada perubahan berarti pada jalannya pertandingan, dan Persita menutup laga dengan kemenangan meyakinkan 5-1.
Kekalahan dengan selisih empat gol di kandang sendiri bukan sekadar hasil buruk. Skor ini menjadi sinyal bahwa sejumlah aspek permainan Persik memerlukan pembenahan serius.
Baca juga: Anak Muda Solo Diajak Jadi Pemecah Masalah, GSI Youth Fest 2026 Hadirkan 35 Local Hero Jawa Tengah
Lini pertahanan menjadi pekerjaan rumah terbesar. Kebobolan lima gol menunjukkan perlunya perbaikan koordinasi antarpemain belakang, perlindungan dari lini tengah, dan kemampuan membaca serangan lawan.
Efektivitas permainan juga perlu dievaluasi. Dalam persaingan ketat Super League, kemampuan mengontrol pertandingan, menjaga konsentrasi, dan memanfaatkan peluang menjadi penentu hasil akhir. Kehilangan kendali setelah kebobolan gol pertama pun patut menjadi perhatian. Tim membutuhkan respons yang lebih terorganisasi saat tertinggal agar tidak makin mudah dikuasai lawan.
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina Torres, secara terbuka mengakui buruknya penampilan anak asuhnya. Pengakuan itu menggambarkan bahwa hasil di Stadion Brawijaya jauh dari ekspektasi. Meski begitu, pelatih asal Spanyol tersebut memastikan timnya tidak akan larut dalam kekecewaan. Evaluasi dan persiapan laga berikutnya harus segera dilakukan agar performa terbaik bisa kembali ditemukan.
Bagi Persik, kekalahan ini semestinya menjadi bahan pembelajaran, bukan beban yang mengganggu langkah di laga selanjutnya.
Dukungan suporter dan publik sepak bola Kediri menjadi bagian penting dalam proses kebangkitan. Namun dukungan itu perlu dijawab dengan perbaikan nyata di lapangan, terutama disiplin bertahan, kekompakan antarlini, dan ketenangan menghadapi tekanan.
Kompetisi masih menyisakan perjalanan panjang. Persik dituntut segera berbenah agar kehilangan poin di kandang tidak terulang. Kekalahan 1-5 ini juga menjadi pengingat bahwa nama besar dan keuntungan bermain di kandang tidak menjamin kemenangan. Konsistensi, kedisiplinan, dan efektivitas permainan tetap menjadi penentu utama.
Kini tantangan terbesar Marcos Reina Torres dan seluruh skuad adalah membuktikan bahwa kekalahan telak ini menjadi titik evaluasi sekaligus awal kebangkitan. Macan Putih membutuhkan respons nyata, bukan sekadar janji untuk bangkit. Publik Kediri menanti perubahan ketika Persik kembali turun ke lapangan.
Pewarta : Alex Franico
Tagline: #PersikKediri, #PersitaTangerang, #SuperLeague2026, #MacanPutih, #StadionBrawijaya, #PabloGanet, #HattrickGanet, #EvaluasiPersik,

