RI News. Jakarta, Kamis 29 Oktober 2026 – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan komitmen memperkuat kemitraan strategis dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menekan angka kejahatan, serta memperluas edukasi publik. Hal itu disampaikan dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis, menyusul pertemuan Kapolri dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir pada Rabu (28/10).
Dalam pertemuan tersebut, Kapolri menilai Polri dan Muhammadiyah memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan sejahtera. Kolaborasi kedua pihak, menurutnya, tidak hanya bertumpu pada penegakan hukum, tetapi juga pada pembangunan kesadaran kolektif warga.
Salah satu fokus utama kerja sama adalah penguatan edukasi dan literasi masyarakat guna mencegah penyalahgunaan narkotika, judi daring, penipuan, kejahatan jalanan, aksi geng, hingga balap liar. Edukasi tersebut akan diperluas melalui tempat ibadah, sekolah, kampus, pesantren, dan berbagai lingkungan masyarakat lain agar upaya pencegahan dapat dilakukan sejak dini.

“Kami dan Muhammadiyah sudah sepakat akan bahu-membahu bersinergi di lapangan, bagaimana kita memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat, baik di tempat-tempat ibadah, sekolah-sekolah, kampus-kampus, maupun pesantren-pesantren,” kata Kapolri.
Selain itu, Polri akan memperkuat kegiatan kemasyarakatan melalui shalat subuh berjemaah, Shalat Subuh Keliling, Shalat Jumat Keliling, program Minggu Kasih, serta kegiatan di tempat ibadah agama lainnya. Pendekatan ini diharapkan mempererat hubungan Polri dengan masyarakat, membangun toleransi antarumat beragama, sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dari lingkungan terkecil.
Kapolri juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Muhammadiyah yang selama ini bersinergi dengan Polri dalam kegiatan dakwah dan kemasyarakatan, termasuk hingga tingkat daerah.
“Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi atas dukungan PP Muhammadiyah dan jajaran sampai ke pelosok-pelosok Nusantara bersama anggota Polri. Selama ini kita bisa bersinergi dan berkolaborasi dalam kegiatan dakwah maupun kegiatan umat di Indonesia,” ucapnya.
Sementara itu, Haedar Nashir menilai Polri dan Muhammadiyah memiliki titik temu yang kuat karena sama-sama berinteraksi langsung dengan masyarakat dan berkepentingan menjaga ketertiban serta kehidupan kebangsaan.
Haedar menjelaskan, pembicaraan bersama Kapolri dan jajaran turut menyentuh persoalan yang berdampak langsung pada kehidupan warga, seperti narkoba, judi daring, perjudian konvensional, dan praktik pinjaman yang merugikan. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut tidak cukup hanya melalui penindakan, melainkan harus disertai penguatan daya tahan masyarakat agar tidak mudah terjerumus.
“Kami tadi bersepakat untuk meningkatkan daya tahan masyarakat agar tidak terjebak pada narkoba, pada judi online, maupun perjudian lain, bahkan lintah darat dan hal-hal lain yang merugikan hidup masyarakat,” ujarnya.
Haedar juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dalam kehidupan demokrasi. Ia menegaskan bahwa masyarakat berhak menyampaikan aspirasi, baik secara langsung maupun melalui ruang digital. Namun, kebebasan itu diharapkan tetap diiringi tanggung jawab untuk menjaga martabat bangsa serta menghindari konflik dan kerusakan.
“Yang diperlukan sekarang adalah kebersamaan sehingga masalah-masalah yang timbul bisa kita dialogkan bersama, diskusikan bersama, dan cari solusi bersama,” katanya.
Pewarta: Yogi Hilmawan
Tagline: #SinergiPolriMuhammadiyah, #KapolriSuyudiArioSeto, #HaedarNashir, #EdukasiMasyarakat, #LiterasiAntiKejahatan, #KamtibmasKondusif, #CegahJudiOnlineNarkoba, #IndonesiaAmanDamai,

