RI News. Melawi, 13 September 2026 — Polres Melawi menghadirkan dimensi baru dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat melalui penguatan intervensi psikososial secara kolaboratif. Langkah ini diwujudkan lewat penyelenggaraan program pemulihan trauma yang menyasar kelompok rentan anak di Masjid Darussalam, Desa Baru, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi. Upaya mitigasi dampak psikologis tersebut ditujukan untuk mengurai residu kecemasan, ketakutan, serta tekanan emosional warga yang timbul akibat dinamika gangguan rasa aman di lingkungan setempat.
Pelaksanaan pendampingan psikologis ini melibat partisipasi lintas unsur kepolisian dan elemen masyarakat tempatan. Jajaran Kasat Binmas Polres Melawi bergerak bersama peserta didik Sespimmen Polri, Bhabinkamtibmas Desa Baru, serta personel Polwan Polres Melawi. Sinergi institusional ini berpadu erat dengan pengurus dan santri TPA Darussalam guna menciptakan ruang pemulihan yang inklusif dan berbasis komunitas.

Secara metodologis, pendekatan yang diterapkan mengedepankan komunikasi persuasif dan prinsip-prinsip keterbukaan yang humanis. Tim gabungan merancang simulasi interaktif, pemberian motivasi terstruktur, serta aktivitas kolektif yang merangsang kembali rasa percaya diri anak-anak. Metode ini terbukti efektif dalam memulihkan rasa nyaman serta membangun kembali ketahanan mental para santri setelah mengalami situasi destruktif.
Secara akademis, skema pendampingan ini mencerminkan pergeseran paradigma kepolisian modern dari sekadar penegakan hukum instrumental menjadi pelayanan keamanan holistik. Kehadiran fisik aparat tidak lagi terbatas pada penjagaan ruang publik, melainkan merambah pada perlindungan kesejahteraan emosional warga. Pendekatan terpadu ini menempatkan dukungan psikologis sebagai pilar penting dalam menjaga stabilitas sosial kawasan.
Kapolres Melawi, AKBP Askhabul Kahfi, menggarisbawahi bahwa integrasi peran tersebut merupakan wujud nyata responsivitas kepolisian terhadap kebutuhan hakiki masyarakat. Kehadiran personel di lapangan diorientasikan untuk menghapus jarak sosial sekaligus memberikan penguatan mental bagi warga yang rentan terdampak isu kejahatan maupun ketertiban.
Baca juga: Transformasi Etis dan Respon Konstitusional: Evaluasi Pelantikan Serentak Tiga DPC PERADI di DIY
Dampak longgar dari intervensi humanis ini tidak hanya berorientasi pada reduksi beban kejiwaan jangka pendek, melainkan juga merekatkan kembali modal sosial antara kepolisian dan komunitas lokal. Konsistensi pendampingan seperti ini menjadi pondasi penting dalam memperkuat kepercayaan publik serta menciptakan keamanan lingkungan yang berkelanjutan.
Pewarta: Lisa Susanti
Tagline: #PolresMelawi, #TraumaHealing, #PolriHumanis, #NangaPinoh, #PoldaKalbar, #PengayomanMasyarakat, #KesejahteraanAnak, #MitigasiPsikologis,

