RI News. Melawi, 10 September 2026 – Pendekatan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kini bertransformasi tidak hanya bertumpu pada penegakan hukum, melainkan melalui integrasi edukasi berbasis partisipasi masyarakat dan kepedulian sosial. Langkah konkrit ini ditunjukkan oleh peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimen) Polri Dikreg ke-67 Tahun 2026 dalam Kegiatan Kuliah Kerja Profesi (KKP) yang berlangsung di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Rabu (09/09/2026). Kegiatan ini mengombinasikan sosialisasi bahaya Karhutla dengan aksi kemanusiaan berupa penyaluran bantuan sembako kepada warga setempat.

Melalui pendekatan humanis ini, para peserta Sespimen Polri memosisikan mitigasi bencana lingkungan sebagai bagian dari pembinaan hubungan emosional antara aparat penegak hukum dan masyarakat. Edukasi yang disampaikan berfokus pada pentingnya menjaga ekosistem serta meningkatkan kesadaran kolektif untuk meninggalkan praktik pembukaan lahan dengan cara membakar, terutama saat memasuki musim kemarau. Kehadiran para calon pemimpin Polri ini dirancang untuk menciptakan dampak ganda: membangun literasi ekologis sekaligus meringankan beban ekonomi warga.
Kepala Desa Tanjung Sari, Epiyantono, S.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap model intervensi sosial yang dibawakan oleh para peserta Sespimen Polri. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang dipadukan dengan sosialisasi pencegahan Karhutla merupakan bentuk kolaborasi yang efektif dan menyentuh akar rumput. Interaksi langsung tersebut dinilai mampu menumbuhkan kepercayaan publik sehingga pesan-pesan pencegahan Karhutla dapat diterima dan diterapkan secara sukarela oleh warga.
Baca juga: Dahaga Kemarau Melawi: Sinergi Polri dan Tenaga Kesehatan Redam Krisis Air Bersih serta Ancaman Asap
Keberhasilan penanganan Karhutla secara berkelanjutan sangat bergantung pada rasa kepemilikan masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya. Pembentukan sinergi yang kokoh antara Polri, pemerintah desa, dan elemen masyarakat lokal di Kabupaten Melawi menjadi fondasi penting dalam menciptakan ketahanan ekologis. Melalui kegiatan KKP ini, kepedulian sosial terbukti menjadi instrumen krusial dalam menggalang kesadaran kolektif demi mencegah ancaman Karhutla di wilayah Kalimantan Barat.
Pewarta: Lisa Susanti
Tagline: #KKPSespimen67, #MitigasiKarhutla, #SespimenPolri2026, #PolriHumanis, #KepedulianLingkungan, #MelawiBebasAsap, #SinergiMasyarakat,

