RI News. Melawi, 26 Agustus 2026 – Langkah proaktif dalam memitigasi risiko bencana lingkungan kembali ditegaskan di tingkat tapak. Guna mengantisipasi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang kerap mengintai kawasan rawan, Polsek Sokan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) resmi mengukuhkan Posko Karhutla terpadu yang dirangkaikan dengan rapat koordinasi strategis di Aula Polsek Sokan.
Pendekatan pencegahan kali ini mengusung pola inklusif dengan merangkul seluruh elemen lintas sektor. Diskusi krusial tersebut dihadiri langsung oleh Kapolsek Sokan Iptu Nopiyar Yunus, Sekcam Sokan Akandinata, S.Pd., keterwakilan Danramil 1205-15 melalui Serka Muliono Hasim, serta personil Satpol PP Kecamatan Sokan Samsul Bahri. Kehadiran pimpinan wilayah ini bertaut erat dengan perwakilan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pemuda lokal yang menjadi pilar utama sistem deteksi dini di lapangan.

Fokus utama dalam koordinasi ini tertuju pada penataan alur komunikasi kilat dan pemetaan wilayah rawan terbakar. Melalui Posko Karhutla yang baru dibentuk, alur pelaporan ketika ditemukan titik api (hotspot) akan dipangkas sedemikian rupa agar aksi pemadaman darat dapat merespons dalam hitungan menit sebelum api menjangkau area yang lebih luas.
Kapolsek Sokan, Iptu Nopiyar Yunus, menggarisbawahi bahwa strategi terbaik dalam penanganan bencana lingkungan adalah pencegahan masif dari tingkat terbawah. Menurutnya, kapasitas penanganan tidak akan pernah optimal jika hanya mengandalkan aparat keamanan tanpa partisipasi aktif warga.
“Pencegahan harus menjadi perhatian kita bersama. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan. Apabila ditemukan adanya titik api, segera laporkan sehingga dapat dilakukan penanganan sedini mungkin,” tegas Iptu Nopiyar Yunus.
Posko ini dirancang bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan pusat komando terpadu yang memadukan pemantauan wilayah, penerimaan data lapangan, dan respons cepat. Lebih dari itu, pelibatan tokoh adat, agama, dan pemuda diposisikan sebagai instrumen edukasi kultural guna mengikis kebiasaan membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar.
Komitmen bersama yang lahir dari Aula Polsek Sokan ini menjadi pijakan kuat untuk memastikan wilayah Sokan tetap aman dari kabut asap. Sinergi terstruktur antara pemangku kebijakan dan masyarakat adat diharapkan mampu mendeteksi potensi bahaya sejak dini, menjaga kelestarian ekosistem, serta melindungi produktivitas warga dari dampak buruk Karhutla.
Pewarta: Lisa Susanti
Tagline: #TanggapKarhutla, #SokanAman, #SinergiPencegahan, #MitigasiBencana, #PolsekSokan, #Forkopincam, #CegahKebakaranHutan, #KesiapsiagaanLokal,

