RI News. Wonogiri: , 25 Agustus 2026 — Langkah krusial dalam pemulihan ekosistem niaga daerah resmi dimulai seiring dibukanya proyek rekonstruksi Pasar Slogohimo melalui seremoni peletakan batu pertama oleh Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, bersama Ketua DPRD Wonogiri, Sriyono, pada Senin (24/8/2026). Momentum ini menjadi pilar perbaikan struktur sosial-ekonomi pascamusibah kebakaran hebat yang mereduksi fungsi fisik sarana perdagangan tersebut pada 2023 lalu. Pemfungsian kembali sarana ini diproyeksikan tidak sekadar memulihkan aktivitas tawar-menawar harian, melainkan juga mengkristalkan kembali simpul perekonomian masyarakat Slogohimo serta kawasan sekitarnya yang sempat terganggu akibat hilangnya infrastruktur niaga utama.
Dari perspektif manajemen anggaran publik, penyediaan sarana perdagangan yang baru ini ditopang oleh skema kolaborasi keuangan daerah. Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Wonogiri, Wahyu Widayati, menjelaskan bahwa alokasi anggaran awal yang disiapkan mencapai kurang lebih Rp17 miliar. Struktur pembiayaan tersebut bersumber dari sinergi APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp10 miliar dan difasilitasi pendampingan dari APBD Kabupaten Wonogiri senilai Rp7,017 miliar. Kendati demikian, melalui mekanisme efisiensi transaksional dalam tahapan lelang teknis, penetapan nilai kontrak akhir yang disepakati dengan pihak ketiga beroperasi pada angka Rp14,4 miliar lebih.

Restrukturisasi tata ruang Pasar Slogohimo dirancang untuk menjawab tingginya ketimpangan kapasitas penampungan pascabencana. Mengingat perannya yang teramat strategis sebagai muara transaksi finansial dan tumpuan utama penghidupan warga, desain bangunan baru disiapkan untuk menampung hingga 689 unit tempat usaha. Rasio kapasitas tersebut terbagi secara proporsional ke dalam 597 unit los dan 92 unit kios. Seluruh pengerjaan konstruksi fisik ini dipatok rampung dalam durasi efektif 148 hari kalender, yang menargetkan penyelesaian menyeluruh pada akhir Desember 2026.
Apabila seluruh tahapan konstruksi berjalan sesuai jadwal tanpa hambatan, para pedagang diproyeksikan sudah bisa kembali menempati lapak baru mereka pada Januari 2027. Proyeksi waktu ini menjadi faktor penting bagi kepastian mata pencaharian ratusan pelaku usaha mikro dan kecil yang menggantungkan perputaran modalnya pada eksistensi pasar tersebut.
Dalam tinjauan tata kelola pembangunan, Pemerintah Kabupaten Wonogiri menggarisbawahi bahwa revitalisasi fisik ini tidak hanya berorientasi pada ketepatan waktu peletakan dan penyelesaian material. Bupati Setyo Sukarno menegaskan perlunya standardisasi kualitas dan presisi spesifikasi bangunan sesuai dengan rancangan teknis yang disepakati. Kepada pihak kontraktor pelaksana, ditekankan komitmen integritas, profesionalisme, serta kepatuhan mutlak terhadap parameter yuridis-teknis dalam dokumen kontrak, mengingat proyek ini berada di bawah pengawasan multidimensional yang melibatkan partisipasi publik, parlemen daerah, hingga institusi Kejaksaan Negeri Wonogiri.
Sikap tegas otoritas daerah dipertaruhkan dalam mengawal kualitas hasil akhir pengerjaan. Pemkab Wonogiri memastikan tidak akan toleran terhadap potensi kecurangan maupun penyimpangan mutu bangunan dari tolok ukur yang ditetapkan. Pernyataan diskresi tegas disampaikan bahwa apabila ditemukan ketidaksesuaian spesifikasi fisik di lapangan, pemerintah tidak ragu untuk menolak hasil pekerjaan dan mewajibkan pembongkaran serta perbaikan ulang demi menjamin keamanan struktur.
Komitmen jangka panjang dari pengerjaan infrastruktur ini difokuskan pada penyediaan fasilitas perdagangan yang memenuhi kualifikasi keselamatan, kenyamanan, kesetaraan tata letak, dan ketahanan structures. Langkah ini diharapkan mampu menjadi akselerator yang kokoh dan berkelanjutan dalam menggerakkan kembali roda perekonomian wilayah Wonogiri secara menyeluruh.
Pewarta: Nandar Suyadi
Tagline: #PasarSlogohimo, #PasarSlogohimoBangkit, #EkonomiSlogohimo, #PemkabWonogiri, #InfrastrukturWonogiri, #RevitalisasiPasar, #SetyoSukarno, #SriyonoDPRD, #WahyuWidayati, #PasarTradisional, #EkonomiDaerah, #TransparansiPembangunan, #WonogiriSukses, #PembangunanPasar, #PasarBaru2027,

