RI News. Wonogiri, 25 Agustus 2026 — Dalam perspektif sosiologi organisasi publik, fleksibilitas dan kapabilitas adaptasi struktur birokrasi merupakan fondasi utama dalam menjaga efektivitas pelayanan serta kestabilan fungsi ketertiban. Manifestasi dari prinsip tersebut tercermin dalam langkah taktis yang diambil oleh Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Wonogiri yang kembali melakukan perombakan dan penyegaran organisasi secara masif. Prosesi pengukuhan dan alih tugas ini dipimpin langsung oleh Kapolres Wonogiri, AKBP Haris Munandar Hasyim, dalam sebuah upacara resmi serah terima jabatan yang melingkupi posisi strategis Wakapolres, Kasatresnarkoba, Kasihumas, hingga jajaran Kapolsek di Halaman Apel Mapolres Wonogiri.
Agenda restrukturisasi ini diikuti secara khidmat oleh jajaran pejabat utama, perwira staf, kepemimpinan tingkat sektor, serta seluruh elemen personel Bintara dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Polres Wonogiri. Pergeseran formasi kepemimpinan strategis ini diklaim sebagai institusionalisasi dorongan kinerja untuk memperkuat penegakan hukum dan efektivitas jaminan keamanan di seluruh cakupan wilayah hukum Kabupaten Wonogiri.
Ditinjau dari rincian rotasi posisinya, kepemimpinan Wakapolres Wonogiri yang sebelumnya diemban oleh Kompol Parwanto kini dialihtugaskan untuk mengampu amanah baru sebagai Wakapolres Sukoharjo. Estafet kepemimpinan posisi kedua di Polres Wonogiri tersebut diserahterimakan kepada Kompol Sriyadi, yang sebelumnya menjabat sebagai Kabagren Polres Sukoharjo. Pada sektor penindakan tindak pidana khusus, jabatan Kepala Satuan Reserse Narkoba yang semula dipegang AKP Slamet Mulyanto—yang kini dipercaya mengemban tugas baru sebagai Kasatresnarkoba Polres Temanggung—diserahterimakan kepada AKP Anom Prabowo. Sebelum alih fungsi ini, AKP Anom Prabowo menduduki posisi Kasi Humas Polres Wonogiri.

Rekonfigurasi Kepemimpinan Sektor dan Komunikasi Publik
Implikasi pergeseran tersebut juga memicu penataan ulang pada lini komunikasi publik dan komando kepolisian sektor. Posisi Kasi Humas Polres Wonogiri saat ini dipercayakan kepada Iptu Ririn Indrawati sebagai pejabat sementara. Sementara itu, eselon kepemimpinan tingkat operasional di ranah Kepolisian Sektor (Polsek) mengalami penataan ulang yang cukup signifikan di berbagai titik koordinat administratif.
Secara rinci, alih tugas kepemimpinan kewilayahan ini mencakup pergeseran AKP Yatno dari Kapolsek Jatisrono menjadi Kapolsek Wonogiri Kota, di mana posisi pimpinan Polsek Jatisrono selanjutnya diamanahkan kepada AKP Agus Suyanto. Pada koridor lain, AKP Surono yang sebelumnya memimpin Polsek Baturetno bergeser mengemban tugas sebagai Kasubbagbinkar Bagian SDM Polres Wonogiri. Kedudukan yang ditinggalkannya di Baturetno diteruskan oleh AKP Edi Santoso, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Wuryantoro.
Dinamika rotasi berlanjut pada kepemimpinan Polsek Wuryantoro yang kini dipercayakan kepada AKP Parji, mantan Kapolsek Manyaran. Formasi kepemimpinan Polsek Manyaran selanjutnya diisi oleh Iptu Marman yang sebelumnya bertugas sebagai Pejabat Sementara Kapolsek Slogohimo. Untuk mengisi kekosongan pimpinan di Slogohimo, Iptu Ari Kristanto—yang sebelumnya menjabat Pama Polres Wonogiri sekaligus KBO Satlantas—diangkat sebagai Pejabat Sementara Kapolsek Slogohimo.
Adapun tata kelola kepemimpinan kewilayahan lainnya mencakup penunjukan Iptu Slamet Riyadi sebagai Pejabat Sementara Kapolsek Karangtengah. Di samping itu, Iptu Suyoto yang sebelumnya menjabat Pejabat Sementara Kapolsek Sidoharjo dialihtugaskan menjadi Pejabat Sementara Kapolsek Girimarto. Tampuk pimpinan kepolisian di Polsek Sidoharjo kini diserahterimakan kepada Iptu Pradana Dwi Atmaja, yang sebelumnya mengemban tugas sebagai Pejabat Sementara Kapolsek Wonogiri Kota.
Perspektif Manajerial dan Komitmen Profesionalisme Institusi
Dalam amanat doktrinal yang disampaikannya, Kapolres Wonogiri, AKBP Haris Munandar Hasyim, menegaskan bahwa fenomena mutasi dan alih tugas kepemimpinan di tubuh Polri merupakan artikulasi yang lumrah serta esensial demi menjaga dinamika dan keberlanjutan penyegaran organisasi. Transformasi struktural ini dipandang mendesak guna mengeskalasi kapasitas adaptif birokrasi kepolisian saat mengarungi ketidakpastian dan kompleksitas tantangan keamanan di masa depan.
Lebih lanjut, Kapolres memberikan penekanan imperatif agar seluruh jajaran personel senantiasa menjadikan doktrin Tribrata dan Catur Prasetya sebagai kompas etis penegakan hukum, sembari terus merawat integritas serta konsistensi profesionalisme dalam setiap pelaksanaan fungsi operasional kepolisian.
Melalui momentum perombakan struktural ini, jajaran Polres Wonogiri diproyeksikan mampu memperkokoh soliditas internal kelembagaan, mengeskalasi mutu serta kredibilitas pelayanan publik, serta menjamin stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di seluruh kawasan Kabupaten Wonogiri agar senantiasa berada dalam kondisi yang kondusif dan terkendali.
Pewarta: Hari Sutopo
Tagline: #PolresWonogiri, #RotasiJabatanPolri, #SertijabWonogiri, #AKBPHarisMunandar, #KompolSriyadi, #AKPAnomPrabowo, #MutasiPolri, #KamtibmasWonogiri, #PenyegaranOrganisasi, #BeritaWonogiri,

