RI News. Jakarta, 18 Agustus 2026 – Kisah nyata cinta seorang perempuan Indonesia yang diberkahi oleh takdir, kini diangkat ke layar lebar melalui film drama romantis Baby Udon. Melalui screening spesial yang digelar Senin (17/8/2026) di Solo Paragon Mall, film tersebut menyapa warga Solo dengan membawa pesan harapan yang kuat di tengah perjuangan hidup nyata.
Screening dihadiri oleh Caitlin Halderman yang memerankan Fanny Kondoh, Denny Sumargo yang berperan sebagai Hajime Kondoh sekaligus produser film, serta Fanny Kondoh sendiri sebagai pemilik kisah asli yang kini menjadi inspirasi layar lebar. Film Baby Udon mengisahkan perjalanan cinta Fanny Kondoh bersama mendiang suaminya Hajime Kondoh, mulai dari mimpi menikah dengan pria kaya, perjuangan mendirikan keluarga, hingga keteguhan hati dalam menghadapi berbagai cobaan.
Pada screening tersebut, Denny Sumargo menjelaskan bahwa kisah Fanny sangat relatable dengan kehidupan masyarakat Indonesia. “Seorang perempuan dengan mimpi Cinderella-nya, ingin menikah dengan orang kaya. Terwujud menikah dengan seorang pria berkebangsaan Jepang yang terkendala dari agama, tapi mereka disatukan karena si pria akhirnya memilih untuk mualaf,” ungkap Denny kepada wartawan di Solo. Setelah menikah, perjalanan mereka tidak mudah. Mereka menghadapi tantangan mendapatkan keturunan melalui program bayi tabung, keguguran, dan penyakit kanker yang diderita Hajime yang sangat ganas. “Akhirnya dapat anak, tetapi akhirnya keguguran dan di tengah mereka ingin berusaha lagi ternyata Allah berkehendak lain, suaminya harus menderita sakit kanker yang sangat ganas. Itu pun mereka saling menguatkan,” ujar Denny.

Denny menambahkan bahwa Fanny menunjukkan keteguhan hati yang luar biasa. “Fanny terus melakukan introspeksi diri, berbagi, hingga memutuskan berhijab sebagai bentuk ikhtiar dan doa untuk kesembuhan suaminya,” katanya. Namun, perjalanan tersebut berakhir dengan kepergian Hajime. Meski demikian, Fanny diberi berkah berupa seorang anak yang menjadi harapan sekaligus titipan dari suaminya dan Allah. “Tetapi walaupun begitu dia diberikan anak yang akhirnya jadi harapan dan titipan dari suaminya dan Allah buat melengkapi perjalanan dia berikutnya,” jelas Denny.
Dalam perannya sebagai produser, Denny mengakui tantangan besarnya yaitu mengubah kisah nyata tersebut menjadi film yang tetap kuat dalam menyampaikan emosi. “Beberapa tantangan menjadi pemeran dalam film Baby Udon harus potong rambut botak. Perlu teknik yang baik untuk membuat rambut botak,” katanya. Sebagai aktor sekaligus produser, Denny juga berbagi pengalaman beratnya memerankan peran Hajime. “Beberapa tantangan menjadi pemeran dalam film Baby Udon harus potong rambut botak. Perlu teknik yang baik untuk membuat rambut botak,” ulang Denny sambil menekankan pentingnya kerjasama tim yang solid.
Caitlin Halderman sendiri mengakui Baby Udon sebagai film terberat yang pernah ia kerjakan. “Ini layernya sangat banyak mengetahui kisah hidup Kak Fanny yang sangat amat berat dan aku harus sampaikan semua rasa yang Kak Fanny rasakan selama sembilan tahun ini aku jadikan satu. Layer-nya super-duper banyak dan itu bukan satu hal yang gampang,” ujar Caitlin. Ia harus membawa seluruh lapisan emosi dari kisah Fanny, mulai dari kehidupan rumah tangga, perjuangan mendapatkan keturunan, menghadapi penyakit suami, hingga kehilangan orang tercinta.
Fanny Kondoh pun berharap film ini menjadi sumber harapan bagi penonton. “Baby Udon tidak hanya bercerita tentang kisah cintaku dengan Hajime. Film tersebut juga berkaitan dengan banyak persoalan yang dihadapi seseorang dalam menjalani kehidupan,” kata Fanny. Menurutnya, film itu membawa cerita tentang perjuangan melawan kanker, perjuangan mendapatkan keturunan, perjuangan menjalani kehidupan, hingga persoalan kepercayaan dalam hubungan dengan pasangan. “Aku berharap penonton dapat membawa sesuatu setelah menyaksikan Baby Udon, baik berupa jawaban maupun harapan,” tambahnya.
Baby Udon akan tayang luas di bioskop sejak 3 September 2026. Screenin g spesial yang digelar di Solo Paragon Mall menjadi awal yang tepat untuk menyapa masyarakat Solo dengan pesan harapan yang ringan dan penuh doa.
Pewarta: Justine
Tagline: #BabyUdonHarapanHidup, #FannyKondohCinderellaSolo, #FilmBabyUdon2026,

