RI News. Sukoharjo, 9 Agustus 2026- Kobaran api tiba-tiba menghanguskan kandang ternak sederhana di Desa Bugel, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Sembilan ekor kambing yang berada di dalamnya mati terpanggang, meninggalkan reruntuhan dinding kayu dan genteng yang masih mengepul. Berita yang kini menyebar cepat di kalangan peternak daerah ini menjadi pengingat pahit betapa rapuhnya aset petani di tengah musim kemarau yang panjang.
Menurut data awal yang diperoleh, api tidak hanya menghanguskan bangunan, tetapi juga menyebar dengan cepat ke arah rumah-rumah warga sekitar. Warga yang menyaksikan langsung langsung panik dan menyalakan telepon untuk melaporkan kejadian ke petugas pemadam kebakaran Satpol PP Sukoharjo. Tak lama kemudian, tim Damkar berlari menuju lokasi. Mereka bekerja tanpa henti, menyemprotkan air hingga akhirnya api bisa dipadamkan. Upaya tersebut dilakukan agar kebakaran tidak merembet lebih jauh dan membahayakan nyawa serta harta benda warga tetangga.

Kabid Damkar Satpol PP Sukoharjo, Margono, menyatakan bahwa upaya pemadaman berjalan sangat intensif. Dalam sehari saja, tim Damkar sudah menangani empat hingga lima kasus kebakaran, salah satunya adalah kejadian di Bugel. “Hari ini petugas pemadam kebakaran bekerja ekstra keras. Dalam sehari ada empat hingga lima kasus kebakaran, termasuk kandang ternak di Bugel, Polokarto,” ujarnya. Meski api berhasil dipadamkan, Margono menegaskan bahwa penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan mendalam. Begitu pula dengan nilai kerugian material yang belum diketahui secara pasti.
Margono juga mengimbau semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan. Musim kemarau yang kini datang, menurutnya, membawa risiko kebakaran hutan dan lahan yang bisa saja merembet ke lahan peternakan. “Masyarakat harus turut berperan aktif melakukan pencegahan kebakaran di wilayahnya masing-masing,” tutur Margono. Langkah sederhana seperti membersihkan rumput kering, memeriksa sumber api yang berpotensi, hingga menjaga jarak aman antarpeternakan, menjadi salah satu upaya nyata yang bisa dilakukan warga.
Kebakaran ini bukan hanya soal kerugian ekonomi bagi pemilik kandang, tetapi juga mengancam kelangsungan usaha peternakan kecil di wilayah ini. Petani dan peternak di Sukoharjo sering kali mengandalkan sumber penghasilan dari kambing dan ternak lain, sehingga setiap kejadian seperti ini dapat berdampak pada stabilitas ekonomi keluarga. Komunitas peternakan di Desa Bugel saat ini sedang berupaya mengumpulkan dana sederhana untuk membantu pemilik kandang yang mengalami kehilangan aset.
Baca juga: Setengah Karung Jagung Berakhir Damai: Restorative Justice Mengakhiri Sengketa Keluarga di Sragen
Upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah daerah melalui Satpol PP dan Damkar menjadi salah satu jembatan penting. Namun, keberhasilan pencegahan sejatinya bergantung pada kesadaran bersama. Banyak peternak yang kini mulai mengenali tanda-tanda kebakaran dini seperti asap hitam pekat atau bau menyengat. Dengan semangat gotong royong, diharapkan insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.
RI News terus memantau perkembangan penyelidikan penyebab kebakaran serta upaya rehabilitasi yang dilakukan di lokasi. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan siap bekerja sama dengan pihak berwenang agar musim kemarau ini tidak menjadi malapetaka bagi peternakan dan lingkungan sekitar.
Pewarta: Justine
Tagline: #KebakaranKandangBugel, #PencegahanMusimKemarau, #KerugianPeternakanSukoharjo,

