RI News. Sragen, 21 Juli 2026– Sungai Bengawan Solo kembali menelan korban jiwa. Seorang remaja asal Dukuh Gawan, Desa Gawan, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, hilang setelah terseret arus deras saat berendam di sungai pada Minggu (19/7/2026) siang. Korban akhirnya ditemukan meninggal dunia pada Senin (20/7/2026) malam setelah lebih dari 30 jam operasi pencarian intensif dilakukan.
Korban bernama Irsad Rivai Musslih (19), warga Dukuh Gawan RT 012/RW 004. Peristiwa bermula sekitar pukul 14.00 WIB ketika Irsad diduga mencoba menyeberangi aliran Bengawan Solo di wilayah Dukuh Ngipang, Desa Gawan. Ia tidak kuat melawan derasnya arus dan tenggelam, kemudian terbawa hanyut.
Koordinator Lapangan Basarnas Surakarta, Galih Prasetya, menyampaikan bahwa jenazah ditemukan sekitar pukul 20.20 WIB setelah tim SAR gabungan menerima laporan dari warga yang melihat sesosok tubuh mengapung di permukaan sungai. “Setelah menerima laporan, tim langsung menuju lokasi dan benar ditemukan jenazah korban sekitar 360 meter dari titik awal kejadian,” ujar Galih.

Jenazah dievakuasi ke daratan pada pukul 21.01 WIB dan dibawa ke Pos SAR di Desa Kecik, Kecamatan Tanon. Atas permintaan keluarga, jenazah selanjutnya dibawa ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen sebelum dipulangkan ke rumah duka.
Operasi pencarian dimulai sejak Minggu sore. Warga setempat sempat melakukan penyelaman manual sebelum dibantu tim SAR gabungan yang melibatkan Basarnas Surakarta, BPBD Sragen, Damkar Satpol PP Sragen, PMI Sragen, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat sekitar. Pencarian dilanjutkan pada Senin pagi dengan menyisir aliran sungai hingga wilayah Sapen, Kecamatan Gesi. Tim bahkan telah menyiapkan rencana lanjutan untuk Selasa pagi, namun korban ditemukan lebih dulu pada Senin malam, sehingga operasi SAR dihentikan.
Ketua PMI Sragen, Utami Dewi Masithoh, menyatakan bahwa kondisi jenazah saat ditemukan sudah mengalami pembengkakan. “Jenazah dievakuasi menggunakan ambulans PMI menuju RSUD Sragen untuk pemeriksaan. Setelah itu, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” tutur Utami.
Peristiwa ini menjadi pengingat kembali akan bahaya arus Sungai Bengawan Solo yang sering kali tak terduga, terutama di musim hujan atau saat debit air tinggi. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan menghindari aktivitas di sungai tanpa pengawasan yang memadai.
Pewarta: Muhamad Riansa
Tagline: #TragediBengawanSolo, #PencarianSAR, #Sragen, #RemajaHilang, #BasarnasSurakarta, #KecelakaanSungai,

