RI News. Jakarta, 11 Juli 2026 – Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh kepala daerah dan aparat pemerintahan hingga tingkat desa untuk secara aktif mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil menyusul adanya indikasi penyimpangan di lapangan yang dapat merusak tujuan mulia program strategis nasional tersebut.
Dalam arahan yang disampaikannya saat berada di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat, Presiden Prabowo menekankan pentingnya pengawasan langsung dari gubernur, bupati, camat, hingga kepala desa terhadap seluruh dapur MBG. “Kita mengerti dan kita sadar banyak juga yang nyusup ke tubuhnya MBG untuk jadi maling di situ. Maka saya minta gubernur, bupati, camat, kepala desa, boleh periksa semua dapur MBG, saudara periksa,” tegasnya.
Presiden juga melibatkan jajaran TNI dan Polri mulai dari tingkat komandan distrik militer, kepala kepolisian resor, hingga kepala kepolisian sektor untuk turut serta dalam pengawasan. Setiap temuan penyimpangan diminta segera dilaporkan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) atau langsung kepadanya. “Laporkan ke Kepala BGN, kalau perlu lapor langsung ke saya. Gampang, ngomong ke TikTok langsung, aku kirim tim untuk selesaikan,” ujar Prabowo dengan nada tegas namun santai.

Menurut Presiden, pengawasan ini bertujuan untuk memperbaiki pelaksanaan program, bukan untuk mencari keuntungan pribadi atau meminta setoran dari penyedia. Ia juga mengajak masyarakat ikut berperan aktif menggunakan gawai dan media sosial dalam mengawasi jalannya MBG. “Rakyat sekarang tidak bodoh, rakyat punya gadget. Tapi memang ya, orang kalau mau nyolong ada saja,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo mengingatkan agar porsi makanan yang dibagikan tetap sesuai ketentuan. Ia mencontohkan pembagian ayam yang tidak boleh dipotong terlalu kecil. “Kalau kita, satu ayam potong delapan atau 10 lah. Paling kecil 12 lah, jangan pula dipotong 18 atau 22. Disangka kita nggak ngerti,” tegasnya.
Presiden juga memberikan arahan khusus terkait menu telur. Ia meminta prioritas penggunaan telur rebus atau telur ceplok dibandingkan telur dadar maupun orak-arik agar porsi yang diterima anak tetap optimal.
Baca juga : Humanis Bukan Keras: Kemendagri Tekankan Satpol PP Harus Ramah Saat Tertibkan PKL
Sebagai program prioritas nasional, MBG diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. “Sel otak harus berkembang dengan baik, sel tulang harus baik, sel otot harus baik, dia berkembang sehat. Dia bisa jadi petani yang sehat, dia bisa jadi pekerja yang baik, dia bisa jadi ilmuwan, dia bisa jadi dokter,” papar Prabowo.
Data penelusuran menunjukkan hingga pertengahan 2026, program ini telah menjangkau sekitar 62 juta penerima manfaat atau sekitar 74,8 persen dari target nasional sebanyak 82,9 juta penerima. Dengan pengawasan yang lebih ketat, diharapkan MBG dapat berjalan semakin transparan dan memberikan manfaat maksimal bagi tumbuh kembang anak Indonesia.
Pewarta : Albertus Parikesit
Tagline: #MBGSehatkanBangsa, #PengawasanKetat, #PrabowoAwasiProgram, #GiziAnakIndonesia, #AntiPenyimpangan,

