RI News. Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini langkah reformasi integritas pasar modal yang sedang digencarkan akan menghasilkan keuntungan jangka panjang bagi Indonesia, meski berpotensi memicu penyesuaian komposisi saham dalam indeks MSCI pada hasil rebalancing yang diumumkan Selasa (12/5) besok.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan bahwa perbaikan fundamental pasar modal memang membawa konsekuensi jangka pendek, tetapi hal itu harus dilihat sebagai investasi untuk ketahanan pasar ke depan.
“Dengan perbaikan, reformasi integritas yang kita lakukan, pasti ada dampaknya. Dan kalaupun ada penyesuaian jangka pendek, kita melihat ini sebagai short term pain, tapi Insya Allah long term gain,” ujar Friderica yang akrab disapa Kiki saat ditemui media di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin.
Menurut Kiki, potensi keluarnya beberapa saham Indonesia dari indeks MSCI merupakan konsekuensi logis dari upaya pembenahan yang dilakukan regulator. MSCI telah menerapkan freeze sehingga tidak ada saham baru yang masuk, sementara saham existing berpotensi keluar jika tidak memenuhi kriteria yang semakin ketat.
“Kita lihat semoga ini bisa kita antisipasi dengan baik,” tambahnya.

OJK menekankan pentingnya perspektif jangka panjang. Kiki meminta pelaku pasar tidak bereaksi berlebihan atau panik terhadap hasil rebalancing tersebut. Perubahan komposisi indeks, menurutnya, hanyalah dampak sementara dari penguatan keterbukaan informasi, integritas pasar, serta penegakan hukum yang sedang dilakukan.
Reformasi ini mencakup delapan aksi prioritas OJK, antara lain peningkatan kualitas perusahaan tercatat, penguatan pengawasan, serta upaya agresif menarik lebih banyak investor domestik. Pendalaman pasar menjadi kunci ketahanan, terutama mengingat komposisi investor yang kini semakin didominasi pelaku lokal.
“Dulu, dua puluh tahun lalu, kalau ada guncangan global itu panik semua karena outflow isinya asing. Kalau sekarang, investor kita 26 juta dan semakin banyak, baik retail maupun institusi, yang masuk ke pasar modal Indonesia,” jelas Kiki.
Baca juga : Polres Wonogiri Luncurkan SPPG Makan Bergizi Gratis di Pracimantoro: Fondasi Generasi Sehat dan Produktif
Terkait kekhawatiran penurunan status Indonesia dari emerging market, OJK menyatakan keputusan resmi MSCI baru akan ditinjau pada Juni 2026. Berbagai perbaikan yang telah dilakukan, khususnya dalam kualitas keterbukaan informasi dan granularitas data, diharapkan menjadi pertimbangan utama bagi MSCI untuk mempertahankan posisi Indonesia.
Dengan pendekatan ini, OJK optimistis reformasi yang sedang berjalan tidak hanya memperkuat integritas pasar, tetapi juga menciptakan fondasi yang lebih kokoh bagi pertumbuhan pasar modal Indonesia di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.
Pewarta : Vie


