RI News. Jakarta, 11 Mei 2026 — Barcelona resmi mengunci gelar juara Liga Spanyol musim ini setelah menghajar rival abadi Real Madrid dengan skor telak 2-0 dalam laga pekan ke-35 di Camp Nou, Senin malam. Dua gol cepat dari Marcus Rashford dan Ferran Torres memastikan Blaugrana merayakan gelar lebih awal, meninggalkan Madrid dalam ketertinggalan yang tak terkejar.
Dengan koleksi 91 poin dari 35 pertandingan, pasukan Hansi Flick kini berada di puncak klasemen yang tak lagi terjangkau. Madrid, meski masih menyisakan tiga laga, mustahil mengejar selisih poin tersebut. Kemenangan ini sekaligus menegaskan kebangkitan Barcelona di bawah arahan Flick, yang sukses membangun tim yang solid baik secara defensif maupun ofensif.
Laga El Clasico kali ini berjalan dengan intensitas tinggi sejak peluit dibunyikan. Madrid langsung tampil agresif dan hampir unggul lebih dulu melalui Vinicius Junior pada menit kedua. Namun, kiper Barcelona Joan Garcia tampil sigap menggagalkan peluang tersebut.

Barcelona langsung merespons dengan efektif. Pada menit kesembilan, Marcus Rashford membuka keunggulan lewat tendangan bebas melengkung yang indah. Bola meluncur ke sudut kiri atas gawang Thibaut Courtois, yang tak mampu menjangkaunya. Gol tersebut tak hanya membuka skor, tetapi juga mematahkan semangat awal Madrid.
Keunggulan Barcelona bertambah pada menit ke-18. Ferran Torres memanfaatkan umpan matang Dani Olmo dengan sempurna, menaklukkan Courtois untuk kedua kalinya. Skor 2-0 menjadi bukti kuat dominasi tuan rumah sepanjang babak pertama. Rashford kembali mengancam pada menit ke-26 dengan tembakan keras, namun Courtois melakukan penyelamatan gemilang. Penyerang asal Inggris itu nyaris mencetak gol kedua menjelang turun minum, tapi kiper Belgia tersebut kembali menjadi pahlawan Madrid.
Babak kedua tak mengubah kendali permainan. Barcelona terus menekan. Fermin Lopez (menit 48) dan Ferran Torres (menit 56) memiliki peluang emas, namun Courtois tetap menjadi tembok terakhir Madrid. Madrid sempat memperkecil ketertinggalan melalui Jude Bellingham pada menit ke-63, tetapi gol tersebut dianulir wasit karena posisi offside.
Hingga akhir pertandingan, Barcelona tetap mengontrol ritme. Robert Lewandowski mendapat peluang bagus pada menit ke-84, sementara Madrid hanya mampu menciptakan ancaman lewat Cesar Palacios yang tembakannya melambung jauh di menit ke-86. Tak ada gol tambahan tercipta, dan peluit akhir menjadi penanda pesta juara bagi Barcelona.
Kemenangan ini bukan sekadar soal tiga poin. Barcelona menunjukkan kedewasaan taktis dan kedalaman skuad yang luar biasa. Rashford, yang tampil sebagai salah satu aktor utama, berhasil membuktikan nilai tambahnya di lini serang. Sementara itu, Ferran Torres kembali menemukan ketajamannya di depan gawang. Pertahanan Barcelona, yang dimotori Pau Cubarsi dan Eric Garcia, juga tampil disiplin menghadapi serangan Madrid.

Susunan pemain yang digunakan Flick mencerminkan keseimbangan antara kreativitas dan soliditas. Di kubu Madrid, meski Courtois tampil luar biasa, tim asuhan Carlo Ancelotti gagal menemukan celah di pertahanan tuan rumah sepanjang 90 menit.
Gelar La Liga musim ini menjadi bukti bahwa Barcelona telah kembali ke jalur kejayaannya. Bagi Madrid, kekalahan ini menjadi cambuk untuk evaluasi mendalam jelang sisa kompetisi dan agenda musim depan.
Barcelona kini bisa fokus merayakan gelar sambil mempersiapkan laga-laga tersisa dengan penuh percaya diri, sementara Real Madrid harus mencari cara untuk bangkit dari kekecewaan di kandang rival abadinya.
Pewarta : Vie


