Skip to content
20/06/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Retaknya Pilar Transatlantik: Ancaman Pengurangan Pasukan AS di Jerman dan Ketegangan Trump-Merz di Tengah Perang Iran

Retaknya Pilar Transatlantik: Ancaman Pengurangan Pasukan AS di Jerman dan Ketegangan Trump-Merz di Tengah Perang Iran

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 minutes read
Ancaman Pengurangan Pasukan AS di Jerman dan Ketegangan Trump-Merz di Tengah Perang Iran
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Jakarta , 1 Mei 2026 – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Jerman, salah satu sekutu utama NATO di Eropa, semakin mendalam. Presiden Donald Trump secara terbuka menyerang Kanselir Jerman Friedrich Merz dan mengancam mengurangi kehadiran pasukan Amerika di Jerman, menyusul kritik keras Merz terhadap penanganan Washington atas konflik dengan Iran.

Pada hari Senin lalu, Friedrich Merz menyatakan bahwa Amerika Serikat sedang “dihina” oleh kepemimpinan Iran, khususnya oleh Korps Pengawal Revolusi Islam. Dalam pertemuan dengan mahasiswa di Marsberg, Merz mengkritik strategi negosiasi Gedung Putih yang dinilainya kurang meyakinkan. Menurutnya, Iran terbukti lebih tangguh dari perkiraan, sementara AS tampak kesulitan menemukan jalan keluar yang jelas dari konflik tersebut.

Respons Trump tidak lama datang. Melalui unggahannya, Presiden AS menegaskan bahwa Merz seharusnya lebih memfokuskan perhatian pada upaya mengakhiri perang Rusia-Ukraina—di mana Jerman dianggapnya tidak efektif—serta memperbaiki masalah dalam negeri, terutama imigrasi dan energi. Trump menambahkan bahwa Jerman sebaiknya tidak ikut campur dalam upaya menghilangkan ancaman nuklir Iran yang justru membuat dunia, termasuk Jerman, menjadi lebih aman.

Keesokan harinya, Trump semakin menaikkan tensi dengan menyatakan bahwa pemerintahannya sedang “mempelajari dan meninjau” kemungkinan pengurangan jumlah pasukan AS yang ditempatkan di Jerman. Keputusan akhir disebutkan akan diambil dalam waktu dekat. Ancaman ini bukan kali pertama dilontarkan Trump, namun kali ini muncul tepat di tengah perselisihan terbuka dengan Kanselir Merz.

Pada Kamis sore, saat mengunjungi pasukan di Munster, Merz tidak menanggapi ancaman pengurangan pasukan secara langsung. Ia justru menekankan pentingnya menjaga kemitraan transatlantik yang erat dan penuh kepercayaan, dengan semangat saling menghormati serta pembagian beban yang adil.

Analis pertahanan Eropa memandang perkembangan ini sebagai gejala yang lebih serius. Fabrice Pothier, mantan Direktur Kebijakan NATO, menyebut situasi saat ini sebagai “momen katak mendidih” (boiling frog moment). Hubungan transatlantik semakin memburuk secara bertahap, namun Eropa kerap diyakinkan bahwa Amerika tetap menjadi sekutu yang baik. Menurut Pothier, sudah saatnya Eropa mempersiapkan skenario “Eropa tanpa Amerika Serikat” dengan memperkuat pertahanan kolektif secara mandiri.

Baca juga : Larangan Akses Jurnalis Asing ke Gaza di Tengah Gencatan Senjata: Antara Keamanan, Transparansi, dan Beban Jurnalis Lokal

Pasal 5 Piagam NATO yang menyatakan “serangan terhadap satu adalah serangan terhadap semua” menjadi semakin dipertanyakan relevansinya di tengah dinamika ini. Kelelahan di kalangan pemimpin Eropa terhadap pendekatan konfrontatif Trump juga semakin terlihat. Dalam beberapa bulan terakhir, Trump telah mencabut sanksi terhadap minyak Rusia dan sering melontarkan kritik tajam terhadap sekutu NATO yang enggan mendukung sepenuhnya kebijakannya di Timur Tengah.

Perselisihan terbaru ini mencerminkan pergeseran yang lebih struktural dalam hubungan AS-Eropa. Di satu sisi, Jerman berusaha mempertahankan posisi sebagai kekuatan stabil di Eropa dengan menekankan diplomasi dan strategi yang matang. Di sisi lain, pendekatan Trump yang transaksional dan tekanan langsung terhadap sekutu menimbulkan pertanyaan tentang masa depan kohesi NATO di tengah multiple krisis global.

Para pengamat geopolitik menilai bahwa jika ancaman pengurangan pasukan benar-benar direalisasikan, dampaknya tidak hanya terhadap keamanan Jerman, melainkan juga kestabilan pertahanan Eropa secara keseluruhan. Hal ini berpotensi mempercepat upaya Uni Eropa untuk membangun otonomi strategis yang lebih kuat dalam bidang pertahanan.

Sementara itu, kedua pihak masih menyatakan komitmen untuk menjaga komunikasi. Namun, retakan yang semakin terlihat ini menjadi pengingat bahwa aliansi transatlantik, yang selama puluhan tahun menjadi fondasi keamanan Barat, kini menghadapi ujian paling berat sejak akhir Perang Dingin.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Larangan Akses Jurnalis Asing ke Gaza di Tengah Gencatan Senjata: Antara Keamanan, Transparansi, dan Beban Jurnalis Lokal
Next: Ancaman Spiral Nuklir Global: Peringatan Keras CTBTO di Tengah Ketegangan AS-Rusia-China

Related Stories

Diplomasi Trump di G7

Diplomasi Trump di G7: Harapan Damai Ukraina di Tengah Gejolak Timur Tengah Pasca-Iran

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 hari ago 0
Hakim Federal Blokir Upaya

Hakim Federal Blokir Upaya “Penghapusan Sejarah” Trump di Taman Nasional AS

Jurnalis RI News Portal Posted on 6 hari ago 0
Serangan Drone Ukraina ke Rusia

Serangan Drone Ukraina ke Rusia: Eskalasi Jarak Jauh yang Mengancam Infrastruktur Energi dan Stabilitas Regional

Jurnalis RI News Portal Posted on 6 hari ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Wisnu mengenai Mengawal Libur Sekolah: Bandung Kerahkan 350 Petugas Gabungan Cegah Lonjakan Kejahatan Remaja
  2. Sultan Liwa mengenai Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Lintas Lembaga Hadapi Ancaman Geopolitik Multipolar
  3. Sammy Sandinata mengenai Delapan Pejuang Papua Kembali ke Pangkuan NKRI: Bendera Merah Putih Dikecup, Senjata Diserahkan di Pegunungan Bintang
  4. Sugeng Rudianto mengenai Menelusuri Jejak Pangeran Sambernyawa: Wonogiri Historical Trip Kobarkan Semangat Sejarah Generasi Muda
  5. Wisnu mengenai Ning Nuri: Srikandi PKB Ngawi yang Siap Merajut Kekuatan untuk Pemilu 2029

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Gotong Royong Ala Bupati Maesyal Rasyid: Membersihkan Sampah, Menanam Budaya Kebersihan di Balaraja
  • Minyakita Bantuan CPP Berbau Menyengat, Warga Wonogiri Ragu Konsumsi dan Pilih Jadikan Bahan Bakar
  • Truk Sampah Dinas Rem Blong Hancurkan Rumah Warga: Birokrasi UPT 3 Tembalang Diduga Cuci Tangan di Hari Kelima
  • Tragedi KDRT di Halaman Sekolah Dasar Semarang: Suami Menusuk Istri dengan Obeng Runcing Saat Pengambilan Rapor Anak
  • Direktur PT HWR Ditahan, Korupsi Tambang Sulut Rugikan Negara dan Lingkungan Rp45 Miliar
Copyright © RI News Production | Editor IT by Setiawan Wibisono S.Th | PT. Virnanda Creator Productions .