RI News. Yogyakarta – Malam Selasa (21/4/2026) menjadi saksi perpaduan indah antara warisan budaya Jawa dan semangat emansipasi perempuan di Kagungan Dalem Gedhong Sasono Hinggil Dwi Abad, Patehan, Kraton, Kota Yogyakarta. Konser bertajuk “Warawaditra Untukmu Kartiniku” yang digelar oleh Yogyakarta Royal Orchestra Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat sukses menyatukan nada-nada orkestra klasik dengan pesan keberdayaan perempuan Indonesia di era kontemporer.
Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, S.Sos., M.Si., M.Sc., yang menjabat sebagai Danrem 072/Pamungkas, hadir bersama Ketua Persit KCK Koorcabrem 072 PD IV/Diponegoro, Ny. Dietha Yuniar. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen TNI dan organisasi perempuan dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus memperkuat peran perempuan dalam kehidupan berbangsa.
Konser yang digelar tepat pada peringatan Hari Kartini 2026 ini bukan sekadar hiburan musik, melainkan ruang refleksi mendalam tentang perjuangan dan kontribusi perempuan Indonesia. Gusti Kanjeng Ratu Hemas, selaku Ketua Penggerak TP PKK DIY, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara akar budaya dan kemajuan zaman.

“Acara malam ini menjadi ruang refleksi, ruang penghormatan, sekaligus ruang pengukuhan bahwa semangat Kartini terus hidup. Tidak hanya dalam sejarah, tetapi dalam diri setiap perempuan hari ini,” ujar GKR Hemas.
Ia menambahkan bahwa perempuan Indonesia dituntut untuk berdiri tegak dengan jati dirinya sendiri. “Tidak kehilangan akar budaya, namun juga tidak tertinggal dalam kemajuan. Perempuan tidak hanya menjaga keberlanjutan tradisi, tetapi juga menjadi aktor utama dalam memproduksi narasi budaya yang inklusif, toleran, dan berkeadaban,” tegasnya.
GKR Hemas juga menegaskan peran strategis perempuan dalam melestarikan warisan budaya, bahasa, serta identitas bangsa. “Perempuan punya kuasa atas dirinya dan berdaulat serta merdeka dalam menentukan langkahnya,” katanya.
Konser yang menampilkan penampilan orkestra perempuan ini menjadi wujud nyata bagaimana seni musik klasik dapat menjadi medium untuk memperkuat narasi kesetaraan gender tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur kebudayaan Jawa. Melalui irama yang mengalun di balairung bersejarah Kraton, para hadirin diajak merenungkan bagaimana semangat Kartini tetap relevan di tengah dinamika masyarakat modern.
Baca juga : Pendidikan di Kebumen Belum Gratis: BOS Terbatas, Sumbangan Sukarela Jadi Solusi
Turut hadir dalam acara tersebut Gubernur DIY, Danlanud Adisutjipto, Wakapolda DIY, Wakil Ketua TP PKK DIY GKBRAA Paku Alam, Ketua Umum Jalasenastri Ny. Fera Muhammad Ali, serta Forkopimda DIY, Walikota dan Bupati se-DIY, dan para ketua organisasi perempuan dari berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kehadiran para pemimpin daerah ini menunjukkan dukungan lintas sektor terhadap upaya pelestarian budaya dan pemberdayaan perempuan.
Acara ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda, khususnya perempuan, untuk terus berkarya sambil menjaga identitas budaya bangsa. Harmoni orkestra yang menggema di Gedhong Sasono Hinggil Dwi Abad malam itu tidak hanya memenuhi ruang, tetapi juga menyentuh hati, mengingatkan bahwa perjuangan Kartini adalah warisan yang harus terus dihidupkan dalam setiap langkah kehidupan.
Pewarta: Lee Anno

