RI News. Wonogiri – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Wonogiri memasuki tahap krusial. Pemerintah daerah bersama TNI setempat menargetkan seluruh unit koperasi ini dapat mulai beroperasi penuh sebelum pertengahan Agustus 2026, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-82.
Komandan Kodim (Dandim) 0728/Wonogiri, Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan, menegaskan komitmen tersebut saat ditemui wartawan di Markas Kodim setempat, Sabtu (18/4/2026). “Harusnya Agustus tahun ini KDKMP sudah mulai beroperasi karena nanti akan diresmikan secara serentak,” ujarnya.
Menurut data terbaru yang disampaikan Dandim, dari total 294 unit KDKMP yang direncanakan di Wonogiri, sebanyak 281 desa/kelurahan telah memulai pembangunan gerai. Rinciannya, 154 unit sudah rampung 100 persen, sementara sisanya masih dalam proses penyelesaian akhir. Hanya 13 desa/kelurahan yang belum memulai pembangunan, terutama karena kendala ketersediaan lahan yang memadai—dengan kebutuhan luas gerai mencapai sekitar 600 meter persegi.

Untuk mengejar target ketat tersebut, percepatan pembangunan fisik dilakukan secara masif. Selain itu, persiapan sumber daya manusia juga digenjot melalui rekrutmen Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang akan ditempatkan sebagai pengelola di setiap KDKMP.
Di sisi sarana pendukung, pemerintah telah mendistribusikan 50 unit mobil pikap merek Cendrawasih produksi India melalui fasilitasi PT Agrinas Palma Nusantara (Persero). Kendaraan-kendaraan tersebut sempat terparkir di halaman Kodim sebelum diserahkan kepada koperasi yang dinilai sudah siap.
“Distribusi ini tahap awal. Kendaraan diberikan kepada KDKMP yang pembangunan gerai dan gudangnya sudah selesai,” jelas Rodricho. Selain pikap, sebanyak 100 unit air conditioner (AC) juga telah disalurkan ke 20 KDKMP di 20 kecamatan, dengan masing-masing unit menerima lima AC untuk mendukung kenyamanan operasional gerai.
Rencana ke depan, setiap KDKMP akan mendapatkan tambahan armada berupa truk dan kendaraan roda tiga, yang akan didistribusikan secara bertahap sesuai kesiapan masing-masing unit.
Baca juga : Polisi Jadi Pembina Upacara di SMP Nanga Pinoh, Tekankan Pembentukan Karakter dan Hindari Kenakalan Remaja
Meski sarana operasional mulai berdatangan, aktivitas usaha KDKMP di Wonogiri hingga kini belum bergulir. Kendaraan yang telah diterima masih disimpan di dalam gerai masing-masing dengan pengawasan ketat dari aparat.
Di Kecamatan Jatisrono, misalnya, dua desa telah menerima mobil pikap pada Sabtu (18/4/2026). Desa Watangsono dan Desa Gunungsari masing-masing mendapatkan satu unit. Namun, kedua kepala desa menyatakan belum berani memulai operasional sebelum ada regulasi lengkap dan peresmian resmi gedung.
Pejabat Kepala Desa Watangsono, Suyatno, melalui Sekretaris Desa Ishar mengatakan, “Kami belum ada target kapan koperasi memulai operasional dalam waktu dekat. Masih menunggu regulasi aturan KDKMP berikutnya.”
Hal senada disampaikan Kepala Desa Gunungsari, Sudiyono, pada Senin (20/4/2026). “Kami juga menunggu gedung koperasi diresmikan. Belum berani melangkah melakukan operasi walaupun sarana operasional mobil sudah diterimakan kemarin,” imbuhnya.

Percepatan ini mencerminkan upaya kolaboratif antara pemerintah daerah, TNI, dan berbagai pihak terkait untuk menghadirkan infrastruktur ekonomi berbasis desa yang kuat. Keberhasilan KDKMP di Wonogiri nantinya diharapkan tidak hanya menjadi simbol semangat gotong royong, tetapi juga menjadi mesin penggerak perekonomian kerakyatan di tingkat paling bawah.
Pembangunan dan persiapan operasional KDKMP terus dimonitor agar target peresmian serentak pada Agustus 2026 dapat tercapai dengan baik, sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat desa di seluruh Wonogiri.
Pewarta: Nandar Suyadi

