RI News. Padangsidimpuan — Suasana tegang menyelimuti Jalan Kenanga, Kota Padangsidimpuan, Selasa pagi. Sekitar pukul 10.00 WIB, petugas eksekusi Pengadilan Agama setempat memulai proses pengosongan sebuah rumah milik dr. Bajora M Siregar. Pelaksanaan tersebut berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat Polres Padangsidimpuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban.
Proses eksekusi sempat tertunda akibat perdebatan alot antara pengacara kedua belah pihak. Masing-masing pihak mempertahankan argumen hukum serta kepentingan kliennya dengan sengit, sehingga jalannya pelaksanaan sempat melambat. Ketegangan baru mereda menjelang pukul 11.15 WIB, ketika petugas akhirnya berhasil memasuki rumah untuk melanjutkan tugasnya.
Dr. Bajora M Siregar terpaksa keluar dari kediamannya dan dibawa menggunakan mobil berwarna putih. Untuk mendukung operasi tersebut, dua unit truk cold diesel telah disiagakan guna mengangkut barang-barang milik penghuni setelah situasi di dalam rumah dinilai terkendali.

Di lokasi, puluhan massa yang terdiri atas laki-laki dan perempuan tampak hadir sejak awal. Sebagian besar merupakan pendukung dr. Bajora yang menyuarakan jasa sosial sang dokter selama aktif berkarya. Mereka mengingatkan bahwa dr. Bajora dikenal sebagai dokter berjiwa sosial yang rutin menggelar sunat massal gratis bagi masyarakat tidak mampu setiap tahunnya.
Beberapa demonstran mengenakan ikat kepala bertuliskan “Save dr Bajora” sebagai bentuk solidaritas. Sementara itu, kelompok pemuda berkaos oranye juga memadati area sekitar, menambah kerumunan di lokasi. Massa mulai membubarkan diri secara bertahap setelah proses eksekusi rampung.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi yang diperoleh dari pihak pemohon maupun termohon eksekusi. Pelaksanaan berlangsung berdasarkan putusan Pengadilan Agama Padangsidimpuan yang telah berkekuatan hukum tetap.
Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan figur dokter senior yang selama ini dikenal dekat dengan masyarakat Padangsidimpuan. Proses hukum warisan yang melatarbelakangi eksekusi ini tampaknya masih menyisakan ketegangan di antara keluarga besar.
Pewarta: Indra Saputra

